Don't Show Again Yes, I would!

ADVETORIAL: Jembatan Lekopini Senilai 8 Milyar, Diresmikan

LiteX.co.id, LUWU – Jembatan Lekopini di Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, akhirnya resmi diresmikan oleh Bupati Luwu, DR. Basmin Mattayang, pada Sabtu (06/05/2023). Acara peresmian ini menjadi sorotan dengan kehadiran ratusan masyarakat dan tokoh terkemuka dari Bajo Barat yang turut memeriahkannya.

Menggunakan anggaran hibah pemerintah daerah tahun 2022, Bupati Luwu secara bangga mengungkapkan jembatan megah ini terdiri dari gelagar baja yang melintang sepanjang 30 meter dan selebar 7 meter. Dalam pidatonya, Bupati Basmin tak lupa memberikan apresiasi khusus kepada pihak pelaksana yang berhasil menyelesaikan proyek ini sebelum berakhirnya masa kontrak.

“Saya, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu, memberikan penghargaan khusus kepada kontraktor atas kerjanya yang luar biasa sehingga masyarakat sudah bisa menikmati manfaatnya mulai hari ini,” ujar Bupati Basmin.

Kehadiran Jembatan Lekopini ini telah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat, bukan hanya di Desa Bonelemo, tetapi juga di seluruh wilayah Luwu. Dalam pidatonya, Bupati Luwu menyampaikan harapannya bahwa jembatan ini akan mempermudah akses masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Bupati Luwu juga mengajak masyarakat untuk mendukung semua program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Di momen yang berharga ini, ia tak lupa untuk memberikan penghargaan dan terima kasih kepada PT. Masmindo Dwi Area atas kontribusinya yang konstruktif dalam membangun daerah.

“Kami berharap agar sinergi dan komunikasi yang intensif terus dibangun, sehingga setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik,” harap Bupati Luwu di hadapan Direktur PT. MDA yang juga hadir dalam acara tersebut.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Luwu, Ir. Ikhsan Asaad, CCMS Daffa Ikhsan menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Lekopini ini merupakan proyek pilot di dinasnya.

Menurutnya, proyek ini dipilih sebagai pilot project karena dua alasan penting. Pertama, proyek ini menerapkan sistem kontrak bersyarat yang baru diterapkan pada tahun 2022. Dan kedua, jembatan ini menggunakan konstruksi gelagar baja dengan bentang panjang dan mampu menahan beban tonase di atas 50 ton. Oleh karena itu, anggaran sebesar 8 miliar rupiah digunakan untuk pembangunan jembatan yang megah ini. (kartini)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *