Don't Show Again Yes, I would!

Gadis Belia Tewas, Terjatuh dari Lantai 18 Karebosi Condotel Makassar, Usai Salat Magrib

LiteX.co.id, MAKASSAR – Seorang gadis belia bernama Nurul Nur Rahman (16) tewas, diduga bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari lantai 18 Condotel Karebosi, Semalam, Kamis (10/11).

Pelajar yang masih SMA ini merupakan warga Perumahan Puri Taman Sari Blok A2, Borong Raya, Kota Makassar.

Wakapolres Pelabuhan Makassar, Kompol Sugeng Supriyanto mengatakan dugaan sementara, korban bunuh diri.

“Dugaan sementara korban bunuh diri,” kata Kompol Sugeng Supriyanto,” Kamis (10/11

Seorang saksi bernama Dini Aprilia Rifai yang juga merupakan karyawan hotel di tempat kejadin perkara (TKP),sempat melihat korban bermain HP di meja pertama lantai 18 dekat tiang lantai kayu, kemudian saksi turun melaksanakan salat maghrib. Setelah salat, ia melihat korban berada di dekat pot bunga besar dekat kolam renang sambil bermain HP dan mendengarkan musik menggunakan headset.

Sekitar Pukul 19.00 Wita, saksi melihat HP dan headset korban ditinggal di atas meja, kemudian Dini menanyakan kepada rekannya yang bernama Irwan agar menjaga dan menunggu sampai pemilik HP kembali dari toilet.

Beberapa saat lamanya, Irwan menyampaikan pemilik hp atau korban ada di ujung kolam renang yang merupakan area terlarang hotel.

lanjutnya, korban tidak mau kembali dan menjauh dari area terlarang. Sehingga irwan memanggil korban agar menjauhi area tersebut.

“Irwan sempat memanggil korban dan mengingatkan bahwa itu area terlarang, ke sini karena di sana area terlarang sehingga, korban sempat mengatakan “iye” sambil berdiri,” ujarnya.

Setelah itu, saksi menunggu namun korban tak kunjung kembali ke mejanya. Saksi kembali mengecek kemudian menghubungi rekannya Dini via telepon dan memberitahukan bahwa korban jatuh.

Tim Dokpol Polda Sulsel tiba di TKP Kota Makassar dan membawa Jenazah ke RS Bhayangkara Makasar.

Sementara Perwakilan Karebosi Condotel Makassar, Binsar J Samosir, mengungkapkan perempuan yang tewas terjatuh dari lantai 18, jatuh dari area kolam renang.

Binsar mengungkapakan area tersebut terdapat pagar yang tingginya sekitar 1 meter dan merupakan area steril.

“Keamanan sebenarnya, sekeliling kolam ada pagar dan karyawan di situ. Pagarnya dari besi, dari batu. Tingginya standar satu meter lebih,” ujarnya.

Namun, ia mengaku saat ini belum mengetahui secara pasti dengan siapa korban datang.

“Terkait kemungkinan ada temannya, itu yang kita belum tahu, ada temannya atau tidak. Kita belum melihat sejauh mana kedatangannya karena kan saya tiba di sini juga baru saat kejadian,” tukasnya.

Ia membeberkan, korban tersebut bukan tamu kamar melainkan hanya seorang pengujung. “Korban tidak berenang, dia (hanya) berkunjung dan bukan tamu kamar,” tandasnya.

Saat ini Binsar menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Yang penting kita tunggu juga dari pihak kepolisian. Untuk CCTV sementara polisi punya tanggung jawab itu,” ungkapnya. (*/kartini)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *