Don't Show Again Yes, I would!

Aksi Bersama Lembaga AP2 Sultra dan Tapak Kuda: Menghadapi Produk Kadaluarsa

LiteX.co.id, KENDARI – Forum Tapak Kuda Bersatu dan Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) menyegel Swalayan Marina Mart di Jalan Mandonga Kota Kendari pada Kamis, 15 Maret 2024.

Diduga Swalayan Marina Mart menjual barang expired atau expayer. AP2 Sultra dan Forum Tapak Kuda Bersatu Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyoroti hal ini.

Orang tua korban yang enggan disebut namanya memberi tahu media ini bahwa kejadian terjadi pada tanggal 2 Juli 2022 lalu. Orang tua itu menjelaskan, “Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) membeli susu Lactogen 180 gram pada hari Sabtu pukul 13.31 WITA, dan bayi ibu tersebut kemudian minum susu tersebut.”

Selanjutnya, bayi mengalami kondisi yang aneh setelah mengonsumsi susu tersebut. Ibu bayi mengatakan, “Anak kami mengalami mual dan bintik-bintik merah, perut mengeras, dan mencret terus menerus.”

“Setelah terjadi peristiwa tersebut, ibu bayi itu melihat bungkusan susu yang dibeli di Marina Mart. Dia terkejut melihat tanggal expayer atau kadaluwarsa pada bulan Juni 2022,” ucapnya.

Di sisi lain, kedua Ketua Koalisi Geram, Ketua AP2 Sultra La Ode Hasan dan Ketua Forum Tapak Kuda Bersama, Bustam, menerima laporan tersebut dan setuju untuk melakukan unjuk rasa.

Dalam orasinya, Ketua AP2 Sultra dan Tapak Kuda Bersatu meminta Peradi untuk mencabut hak oknum pengacara Marina Mart yang dianggap tidak profesional, yang menyebabkan kegaduhan.

Selanjutnya, Hasan berbicara tentang Undang-Undang Perlindungan Konsumen, yang menetapkan bahwa setiap perusahaan bertanggung jawab atas produk yang dijual. Selain itu, perusahaan yang mengedarkan produk bahan pangan yang sudah kadaluwarsa wajib memberikan ganti rugi kepada konsumen.

Pelaku usaha juga dapat dikenakan sanksi pidana dan sanksi administratif. Namun, sungguh menyedihkan bahwa pelaku usaha mengabaikan peraturan konstitusi dan berperilaku buruk terhadap konsumennya.

Dengan demikian, Koalisi Lembaga AP2 Sultra dan Forum Tapak Kuda Bersatu mengecam tindakan tersebut dan menyatakan sikap mereka:

  1. Meminta Polda Sultra untuk menyelidiki kembali kasus yang dilaporkan Ibu Maryani dengan Nomor Laporan Aduan/315/VII/2022/SPKT/SEK MANDONGA RES KENDARI, yang telah diputuskan/dihentikan di SP3.
  2. Mendesak Pemerintah Kota Kendari untuk mencabut Izin Usaha Swalayan Marina Mart karena menjual produk expayer dan mengabaikan hak konsumen.
  3. Mendesak Pemerintah Kota Kendari untuk segera menutup Swalayan Marina Mart karena memasarkan produk expayer yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat Kota Kendari dan mengabaikan hak konsumen.(*)
Share:

Ocha

Pegiat teknologi. Saat ini sedang berkuliah di salah satu institut kota malang. memiliki mimpi menjadi seorang full web developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *