Don't Show Again Yes, I would!

GPLHI Gelar Demonstrasi, Tuntut Pemda Lutim Lakukan Normalisasi Sungai

LiteX.co.id, LUTRA – Puluhan massa dari Gerakan Pemuda Lingkungan Hidup Indonesia (GPLHI) turun ke jalan poros Trans-sulawesi di batas Kabupaten Lutra dan Lutim melakukan aksi demo dengan membakar keranda mayat, Kamis (04/04/2024).

Ketua Gerakan GPLHI Luwu raya, Rispandi, Mengungkapkan ke awak media, seringnya terjadi banjir di dua kabupaten, Lutra dan Lutim disebabkan intensitas curah hujan tinggi yang dianggap biasa, semestinya ini menjadi warning bagi pemerintah.

di Kabupaten Lutim tepatnya di Desa Lauwo ada sekolah dasar yang kini nyaris terbawa arus sungai yang bantaran tergerus air sungai namun tidak ada perhatian dari pemerintah setempat setelah bertahun tahun.

“Beberaa waktu Lalu kami juga sudah melakukan aksi demo di Lutra namun belum ada solusi terkait bencana ini, kami paham Sungai Bungadidi merupakan Tapal batas antara dua kabupaten, Lutra dan Lutim dan menjadi kewenangan BBWSBS Provinsi Sul-Sel, namun di sinilah fungsi pemerintah daerah menyampaikan apa yang kami tuntut dalam beberapa aksi yang kami gelar dengan melibatkan beberapa stekholder terkait baik dari BNPB sendiri karna ini bersifat urgent , “ujarnya.

Rispandi mengancam jika kemudian tidak ada solusi baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi kami akan terus melakukan seruan aksi sebagai mana apa yang telah di amanat kan di dalam Pembukaan UUD 1945,”tutupnya.

Camat Burau, Akbar, saat di konfirmasi via phone terkait aksi yang terjadi mengatakan,” kami sudah meninjau lokasi ini dua tahun yang lalu, ada tim dari Balai Provinsi yang ikut meninjau lokasi, mereka janji akan beri tindakan proteksi berupa seat fail kata mereka pada saat itu,”ungkapnya.

Lanjut Camat Burau, namun setelah peninjauan itu sampai saat ini belum ada kelanjutanya, memang harus balai yang menanganinya,”kalau kami dari pemerintah kabupaten Luwu Timur tidak bisa melakukan tindakan dikarnakan persolaan kewenangan, “ujarnya.

Camat Burau menyarankan untuk konfirmasi ke Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala bidang BPBD Kabupaten Luwu Timur, Banna, yang dikonfirmasi menanggapi, “kami akan sampaikan ke pimpinan, karna setau saya dua minggu lalu beliau pernah meninjau ke lokasi, tapi nanti kami tinjau kembali kalau memang sudah membahayakan bagi warga kami akan berkoordinasi lagi dengan Dinas PUPR untuk rencana penanganan sungainya, sekedar informasi kalau tahun lalu teman dari Dinas PUPR sudah melakukan normalisasi sungai dan pembuatan tanggul sementara” tutupnya. (rusdy baso)

Share:

Ocha

Pegiat teknologi. Saat ini sedang berkuliah di salah satu institut kota malang. memiliki mimpi menjadi seorang full web developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *