Don't Show Again Yes, I would!

Toleransi dalam Ibadah: Memahami Perbedaan Rakaat Shalat Tarawih

LiteX.co.id, ISLAM – Bulan Ramadan, bulan penuh berkah dan ampunan, telah tiba. Salah satu ibadah yang dinanti-nantikan adalah salat Tarawih, salat sunah muakkadah yang dilipatgandakan pahalanya di bulan suci ini.

Namun, pertanyaan tentang jumlah rakaat salat Tarawih sering kali muncul. Ada yang meyakini 11 rakaat, 23 rakaat, bahkan 36 rakaat. Mengapa demikian?

Ini terjadi karena tidak ada batasan jumlah rakaat dalam salat Tarawih. Sebagaimana yang dijawab oleh Nabi SAW ketika ditanya, yaitu sebagai berikut:

“Salat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika seseorang dari kalian takut masuk waktu Subuh, maka kerjakanlah satu rakaat. Dengan itu berarti kalian menutup salat tadi dengan witir.” (HR Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar)

Perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat salat Tarawih sudah terjadi semenjak zaman para sahabat dan tabi’in. Hal ini disebabkan karena terdapat banyak riwayat hadits yang berkenaan mengenai pelaksanaan salat Tarawih Rasulullah SAW.

Secara umum, mayoritas Muslim di dunia mengikuti jumhur ulama dari empat mazhab, yaitu 20 rakaat salat Tarawih ditambah 3 rakaat salat witir.

Namun, Mazhab Maliki memiliki pendapat berbeda. Pengikut Mazhab Maliki mengikuti salah satu pendapat Imam Malik yang menyebutkan bahwa jumlah rakaat salat Tarawih adalah 36 rakaat ditambah 3 rakaat salat witir. Pendapat Imam Malik ini merupakan amaliyah penduduk Madinah pada zaman dahulu.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat, umat Islam dapat melaksanakan ibadah Tarawih dengan jumlah rakaat yang diyakini sesuai dengan pendapat ulama yang diikuti. Ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, yang menyatakan:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ، فَيَقُولُ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Rasulullah SAW memberikan motivasi untuk mengerjakan salat pada malam Ramadan tanpa mewajibkannya kepada para sahabat. Beliau bersabda, ‘Barang siapa yang mendirikan salat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu’,” (HR Muslim No. 759).(*)

Share:

Ocha

Pegiat teknologi. Saat ini sedang berkuliah di salah satu institut kota malang. memiliki mimpi menjadi seorang full web developer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *