Don't Show Again Yes, I would!

Hidupkan Tradisi Religius, Gema Takbir 1003 Obor Siap Terangi Malam Idulfitri di Luwu

LiteX.co.id, Luwu – Malam menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi diperkirakan akan berlangsung sangat meriah di Kabupaten Luwu melalui kegiatan “Gema Takbir Keliling 1003 Obor se-Kabupaten Luwu Tahun 2026”.

Acara penuh suka cita ini rencananya akan diselenggarakan pada Jumat (20/03/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menyambut malam 1 Syawal dengan syiar Islam, serta pelestarian tradisi religius yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Malam Idulfitri merupakan momentum sakral bagi umat Islam untuk mengumandangkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadan.

Penggagas kegiatan sekaligus Ketua Panitia, Zainuddin, atau yang akrab disapa Ajis Portal, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyemarakkan malam kemenangan umat Islam tersebut.

“Ayo, mari kita ikut dan semarakkan Takbir Keliling 1003 Obor ini sebagai bentuk rasa syukur kita setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga syiar Islam dan simbol kebersamaan masyarakat Luwu,” ujar Zainuddin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan landasan di balik penggunaan angka tersebut.

“Hal ini merupakan tanggung jawab kita semua umat muslim dalam menyiarkan Islam di malam 1 Syawal 1447 H/2026 M, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 35 tentang Cahaya Allah dan angka 1003 dalam perspektif syariat. Secara fikih, tidak ada ketentuan khusus dalam syariat yang mensakralkan angka 1003, namun setiap umat muslim harus mendasari 3 pilar, yaitu: 1. Iman, 2. Islam, dan 3. Ihsan. Atau bisa dimaknai sebagai 1. Hablum minallah (hubungan dengan Allah), 2. Hablum minannas (hubungan dengan manusia), dan 3. Hablum minal ‘alam (hubungan dengan alam),” lanjut Zainuddin.

Tradisi Gema Takbir Keliling dengan membawa obor yang menyala menjadi simbol cahaya kemenangan, harapan, serta persatuan umat.

Makna filosofis “1003 Obor” merupakan bagian dari tauhid dengan keesaan Allah Swt., yang meyakini bahwa hanya Allah yang Esa dan cahaya adalah perantara atau simbol yang menyatukan umat dalam gema takbir.

“Kegiatan Semarak Takbir Keliling 1003 Obor se-Kabupaten Luwu dirancang sebagai wadah syiar Islam, pelestarian budaya yang religius, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiah antarmasyarakat dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Luwu,” beber Zainuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) Tana Luwu.

Adapun target peserta berasal dari tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, organisasi kepemudaan, majelis taklim, hingga komunitas masyarakat yang diperkirakan akan turut ambil bagian dalam arak-arakan obor tersebut.

Tak hanya sebagai perayaan malam kemenangan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi masyarakat lintas generasi.

“Cahaya 1003 obor yang dinyalakan melambangkan semangat persatuan dan harapan agar nilai-nilai kebersamaan terus menyala di tengah masyarakat,” tambah Abdul Samad, anggota Dewan Pengurus Pusat (DPP) Solidaritas Islam Luwu Raya.

Abdul Samad juga menambahkan bahwa momentum malam ke-29 Ramadan dipilih sebagai simbol kesiapan umat Islam dalam menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri, yang menjadi hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa.

Panitia berharap kegiatan ini dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat, sehingga terus menjadi tradisi tahunan yang membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Luwu.

“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai tradisi Islami, menjaga persatuan, serta menjadikan malam Idulfitri sebagai momen memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan,” kuncinya.

Dengan semangat kebersamaan, Gema Takbir Keliling 1003 Obor Kabupaten Luwu diharapkan mampu menjadi simbol kemeriahan sekaligus kekhidmatan.

Sebagai informasi, kegiatan ini telah dikoordinasikan melalui Bupati Luwu Patahudding, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Luwu Muhammad Rudi yang kini menjabat sebagai Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, serta dilanjutkan dengan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Luwu Syahruddin.

Acara puncak ini akan diselenggarakan pada malam takbiran yang bertempat di Tribun Andi Djemma Belopa sekitar pukul 19.30 WITA hingga selesai.

Rute arak-arakan dimulai dari Tribun, melewati Kantor Pemda Luwu, Kejari Luwu, Polres Luwu, Jalan Trans Sulawesi, lalu finish kembali di Tribun Andi Djemma Belopa.

Acara ini akan dihadiri langsung oleh masyarakat Kabupaten Luwu, perwakilan pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa, tokoh agama, tokoh pemuda, remaja masjid, dan elemen masyarakat lainnya.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *