Don't Show Again Yes, I would!

Direstui Alam, Pelantikan KKSS dan KKST Morowali Berlangsung Khidmat Tanpa Hujan dan Terik

LiteX.co.id, Morowali – Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Morowali resmi dikukuhkan dalam satu prosesi bersama yang berlangsung khidmat.

Acara ini digelar di panggung utama Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Desa Matansala, Kecamatan Bungku Tengah, pada Sabtu (14/02/2026).

Momentum pelantikan yang digelar tepat pukul 12.00 WITA itu terasa istimewa.

Di tengah waktu siang yang biasanya identik dengan terik matahari menyengat atau hujan yang kerap turun tiba-tiba, cuaca justru sangat bersahabat.

Langit tampak teduh, tanpa hujan maupun panas berlebih.

Kondisi ini dinilai banyak pihak sebagai pertanda baik, seolah alam turut merestui pengukuhan dua lembaga kerukunan besar tersebut.

Adapun KKSS Morowali dikukuhkan untuk masa bakti 2025–2030, sementara KKST Morowali akan menjalankan kepengurusan periode 2026–2031. Pelantikan ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Harmonisasi Membangun Morowali Tangguh, Morowali Juara di Bumi Tepe Asa Moroso”.

Prosesi tersebut semakin bermakna dengan kehadiran Sultan Buton ke-41, La Ode Muhammad Sjamsul Qamar. Kehadiran beliau menambah bobot historis dan kultural pada acara itu.

Momen ini sekaligus mencatatkan sejarah baru, karena untuk pertama kalinya pelantikan dua kerukunan besar dilaksanakan secara bersamaan di Kabupaten Morowali.

Dalam struktur kepengurusan baru, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS Morowali dijabat oleh Iksan Baharuddin Abd Rauf.

Ia didampingi Agus Rahmat Jaya sebagai Sekretaris dan Amirullah sebagai Bendahara.

Sementara itu, kepengurusan Pengurus Daerah (PD) KKST Morowali resmi dinakhodai oleh Hamlin.

Ketua Panitia Mauluddin, didampingi Sekretaris Panitia Riswandi, dalam laporannya menegaskan bahwa konsep pelantikan kolaboratif ini merupakan inisiatif langsung dari Bupati Morowali sebagai langkah memperkuat harmoni antarwarga.

“Ini pertama kalinya dua kerukunan besar dilantik secara bersamaan. Kolaborasi ini merupakan gagasan dari ide cerdas Bupati Morowali,” ujarnya. Kelancaran acara ini juga tak lepas dari peran Ketua Seksi Acara, Mahendra, yang mengatur jalannya prosesi agar tetap tertib sesuai rancangan.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pengukuhan oleh Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Sulawesi Tengah, Tjabani.

Ketua BPD KKSS Morowali menerima bendera pataka dan mengibarkannya di hadapan undangan, yang kemudian diikuti oleh Ketua KKST.

Kedua pimpinan organisasi tersebut lantas menandatangani surat keputusan kepengurusan di atas panggung sebagai simbol dimulainya amanah baru.

Dalam sambutannya, Ketua KKSS Morowali, Iksan Baharuddin Abd Rauf, menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas jabatan yang diemban.

Ia juga mengapresiasi soliditas dan keberanian kepemimpinan rekan-rekannya di KKST.

“Kami dilantik pas jam 12 siang ini tanda sesuatu yang sakral dan jantan,” ujarnya tegas.

Selain itu, Iksan mengingatkan pentingnya menjaga adat dan kearifan lokal Bungku sebagai fondasi kehidupan sosial di Morowali.

Menurutnya, adat memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat majemuk.

Pelantikan yang berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kekeluargaan itu menjadi penegas bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk bersama-sama membangun daerah.

Di bawah langit yang teduh, semangat persatuan dua komunitas besar ini menguat, menandai babak baru perjalanan kebersamaan di Bumi Tepe Asa Moroso.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *