Don't Show Again Yes, I would!

Duel Sengit Argentina vs Spanyol di Laga Puncak

Argentina dan Spanyol akan berduel di final Piala Dunia 2026. Simak fakta menarik, rekor, dan prediksi laga puncak yang mempertemukan Messi dan bintang muda Yamal.

LiteX.co.id, Olahraga – Pertandingan final Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung duel epik antara juara bertahan Argentina dan Spanyol yang tampil sangat dominan sepanjang turnamen.

Laga puncak ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026) dini hari pukul 03.00 WITA atau 02.00 WIB di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. Wasit yang ditunjuk adalah Slavko Vincic dari Slovenia.

Argentina datang sebagai tim dengan catatan ofensif paling mematikan di turnamen ini.

Tim yang dilatih Lionel Scaloni sudah mencetak 19 gol dalam tujuh laga, angka tertinggi sejak Brazil di Piala Dunia 1970. Lionel Messi sendiri sudah mengemas 8 gol dan 4 assist, menjadikannya pemain dengan kontribusi gol terbanyak di turnamen.

Argentina belum pernah kalah dan bahkan mencatatkan 13 laga beruntun mencetak minimal dua gol.

Mentalitas juara Argentina semakin teruji saat mereka melakoni semifinal dramatis melawan Inggris pada Kamis (16/07/2026).

Sempat tertinggal lebih dulu, skuad La Albiceleste berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 berkat gol Enzo Fernandez serta sundulan Lautaro Martinez di injury time. Kemenangan tersebut membawa Argentina ke partai final.

Di sisi lain, Spanyol tampil sebagai tim paling solid secara defensif.

La Roja hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan masih belum pernah kalah dalam 37 laga internasional terakhir, rekor yang menyamai Italia dan Argentina di era sebelumnya.

Kiper Unai Simon mencatatkan enam clean sheet dan 650 menit tanpa kebobolan, keduanya rekor baru Piala Dunia.

Gelandang Rodri memecahkan rekor dengan 648 operan sukses, sementara bintang muda Lamine Yamal memimpin statistik dribble dengan 30 kali sukses.

Jalur Argentina ke final

Juara Grup J dengan tiga kemenangan.

Babak 16 besar: kalahkan Cape Verde 3-2 lewat extra time.

Perempat final: kalahkan Swiss 3-1 lewat extra time.

Semifinal: kalahkan Inggris 2-1.

Jalur Spanyol ke final

Spanyol juga melaju mulus dengan rekor tak terkalahkan, mengalahkan lawan-lawan berat termasuk Prancis di semifinal.

Tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol dan menunjukkan kualitas penguasaan bola serta pertahanan yang sangat rapat.

Pertemuan terakhir kedua tim:

Kedua tim terakhir bertemu pada Maret 2018 dalam laga persahabatan di mana Spanyol menang telak 6-1.

Sementara di Piala Dunia, pertemuan terakhir terjadi pada 1966 di fase grup.

Kala itu Argentina menang 2-1 berkat dua gol Luis Artime.

Fakta menarik yang patut dicatat

  • Jika Argentina menang, mereka akan menjadi tim kelima dalam sejarah yang meraih gelar Piala Dunia dengan rekor 100% kemenangan (setelah Uruguay 1930, Italia 1938, Brazil 1970 dan 2002).
  • Messi berpeluang menjadi pemain pertama yang menggabungkan dua gelar Piala Dunia dengan delapan Ballon d’Or, prestasi yang hanya pernah diraih Ronaldo Nazario.
  • Spanyol berpeluang mencetak rekor kebobolan terendah untuk tim juara Piala Dunia (saat ini dipegang Prancis 1998, Italia 2006, dan Spanyol 2010 dengan dua gol).
  • Yamal menjadi salah satu pemain termuda yang mencapai final Piala Dunia dengan performa dribble yang luar biasa.

Menurut data resmi FIFA, duel ini menghadirkan kontras gaya yang menarik

Argentina dengan serangan cepat dan kreativitas Messi, berhadapan dengan Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola tinggi, pertahanan solid, dan talenta muda seperti Yamal serta kontribusi Rodri di lini tengah.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni dan pelatih Spanyol Luis de la Fuente terlihat saling menghormati menjelang laga ini.

Keduanya sempat berpelukan di acara FIFA Fanatics Fest di New York.

Messi sendiri menegaskan komitmen tim untuk selalu memberikan yang terbaik hingga detik terakhir.

Usai membawa Argentina ke final lewat kemenangan dramatis atas Inggris, kapten berusia 39 tahun itu mengungkapkan:

“Kami tahu pertandingan ini tidak akan pernah mudah, apalagi setelah kami tertinggal lebih dulu. Namun, kami telah berkomitmen bahwa kami akan selalu melakukan yang terbaik di setiap pertandingan. Kami terus berjuang sampai detik terakhir.”

Kutipan tersebut diambil dari wawancara Messi usai semifinal melawan Inggris.

Mentalitas juang yang sama diyakini akan kembali ditampilkan Argentina saat menghadapi Spanyol di final.

Pertandingan diprediksi berlangsung sengit dan berpotensi berlanjut ke extra time atau adu penalti, mengingat kualitas kedua tim yang sangat seimbang.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *