LiteX.co.id, Nasional – Titik terang dalam investigasi tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT di pegunungan Sulawesi Selatan akhirnya muncul.
Setelah lima hari pencarian intensif di medan yang ekstrem, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kotak hitam (black box) pesawat pada Rabu (21/1/2026).
Penemuan krusial ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono.
Menurutnya, perangkat vital perekam data penerbangan tersebut ditemukan oleh personel dari Batalyon Infanteri (Yonif) 700/WYC bersama tim reaksi cepat PT Tonasa dan Basarnas yang menyisir area reruntuhan, khususnya di bagian ekor pesawat.
“Dua unit benda berwarna oranye yang merupakan bagian dari kotak hitam berhasil diamankan setelah tim menembus tebing terjal dan hutan lebat yang kerap tertutup kabut,” ungkap Brigjen Donny dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Antara.
Perangkat tersebut kini telah diamankan dan segera diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk proses investigasi lebih lanjut.
Penemuan ini menjadi kunci utama untuk menjawab teka-teki penyebab kecelakaan, mengingat sebelumnya Kementerian Perhubungan menyatakan belum bisa menyimpulkan apapun tanpa data dari black box.
Sebelum penemuan kotak hitam ini, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, sempat memaparkan kronologi detik-detik sebelum pesawat nahas tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).
Pesawat yang dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport ini disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk misi pengawasan perairan, terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa tujuh awak dan tiga penumpang.
Menhub menjelaskan bahwa anomali mulai terdeteksi saat pesawat memasuki fase pendaratan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Petugas Air Traffic Control (ATC) Makassar mencatat pesawat tidak berada pada jalur pendekatan (approach) yang semestinya.
“ATC sempat memberikan instruksi koreksi agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Namun, bukannya membaik, posisi pesawat justru semakin menjauh hingga akhirnya komunikasi terputus dan dinyatakan hilang kontak,” jelas Dudy.
Meski komponen paling dicari dalam investigasi kecelakaan telah ditemukan, operasi kemanusiaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, belum berakhir.
Sebanyak 1.200 personel SAR gabungan yang dibagi dalam empat sektor pencarian masih terus berjibaku di lapangan.
Kepala Basarnas, Mochammad Syafii, menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini tetap pada evakuasi korban yang tersisa dan pengumpulan serpihan pesawat.
Tantangan di lapangan tergolong berat karena cuaca yang tidak menentu dan topografi pegunungan yang sangat curam.
“Penemuan kotak hitam adalah perkembangan signifikan, namun tugas kami belum selesai. Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian dan evakuasi korban lainnya dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” tegas pihak TNI AD menambahkan pernyataan Basarnas.
Pemerintah menghimbau masyarakat untuk bersabar menunggu hasil analisis resmi dari KNKT terkait penyebab pasti kecelakaan, yang kini datanya sudah berada di tangan tim investigator.






