Don't Show Again Yes, I would!

Basarnas Makassar: 9 Korban Pesawat Jatuh Telah Ditemukan, Evakuasi Udara Terus Dikebut

Tim Gabungan mengevakuasi korban pesawat ATR 400 di Makassar (Liputan6/Dispenad/Ist)

LiteX.co.id, Nasional – Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, semakin mendekati titik akhir.

Memasuki hari keenam operasi, Tim SAR Gabungan melaporkan perkembangan signifikan dengan ditemukannya mayoritas korban.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengonfirmasi bahwa hingga Kamis (22/1/2026), tim di lapangan telah berhasil mengevakuasi sembilan dari total sepuluh orang yang berada dalam manifest pesawat nahas tersebut.

“Progres hari ini sangat signifikan. Tim berhasil mengumpulkan enam kantong berisi bagian tubuh (body part) korban. Dengan tambahan ini, total akumulasi temuan menjadi sembilan korban, baik yang ditemukan dalam kondisi utuh maupun berupa body part,” jelas Arif dalam keterangan persnya.

Seluruh temuan jenazah tersebut langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Arif merinci kronologi penemuan korban selama operasi berlangsung.

“Pada hari pertama dan kedua, masing-masing ditemukan satu jenazah. Kemarin ditemukan satu body part, dan hari ini ada lonjakan temuan sebanyak enam kantong. Jadi secara matematika, sisa satu korban lagi yang masih kita cari,” paparnya, seperti dikutip dari Liputan6.

Terkait lokasi penemuan, Arif menjelaskan bahwa enam kantong bagian tubuh yang ditemukan hari ini berada dalam satu area yang cukup terpusat.

Lokasinya berdekatan dengan titik penemuan jenazah atas nama Deden Maulana, dengan radius penyebaran hanya sekitar 50 meter antartitik.

Mengingat jumlah korban yang sudah ditemukan hampir lengkap, Basarnas memberi sinyal bahwa operasi SAR kemungkinan besar akan segera ditutup jika target terakhir berhasil ditemukan esok hari.

“Sesuai standar operasional prosedur, pencarian berlangsung selama tujuh hari. Jika besok satu korban tersisa berhasil ditemukan, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” tegas Arif.

Namun, ia menambahkan bahwa jika masih ada tanda-tanda atau temuan baru di luar target, operasi bisa saja diperpanjang atau dilanjutkan dengan skema berbeda.

Guna mempercepat proses pemindahan jenazah dari medan ekstrem Gunung Bulusaraung, Basarnas mengandalkan armada udara secara penuh. Sebanyak empat unit helikopter dan satu pesawat sayap tetap (fixed wing) dikerahkan untuk mobilisasi tim dan evakuasi korban menuju Lanud Sultan Hasanuddin.

“Kami sangat bergantung pada dukungan armada udara via Lanud Hasanuddin. Semoga cuaca bersahabat sehingga seluruh temuan hari ini bisa tuntas dievakuasi,” pungkasnya.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *