Don't Show Again Yes, I would!

Internet Sempat Lumpuh Massal, Telkomsel Pastikan Layanan Kini Pulih Optimal

Foto: Istimewa

LiteX.co.id, Nasional – Layanan internet milik Telkomsel dan IndiHome yang sempat mengalami gangguan berskala nasional pada Kamis (22/1/2026), kini dipastikan telah kembali beroperasi normal.

Gangguan yang melanda dua penyedia layanan internet terbesar di Indonesia ini sempat menyebabkan kelumpuhan aktivitas digital jutaan pelanggan dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta hingga kawasan timur Indonesia.

Fenomena “blackout” digital ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 11.03 WIB. Puncaknya tercatat pada pukul 11.39 WIB, di mana situs pemantau layanan Downdetector menerima ribuan laporan dari pengguna yang mengeluhkan hilangnya akses internet meski indikator sinyal atau modem menunjukkan status terhubung.

Menanggapi insiden ini, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan.

Ia menegaskan bahwa tim teknis langsung bergerak cepat melakukan isolasi masalah dan optimalisasi jaringan begitu gangguan teridentifikasi.

“Saat ini, performa jaringan Telkomsel dan IndiHome telah kembali beroperasi secara optimal. Kami memahami pentingnya konektivitas digital bagi aktivitas pelanggan, baik untuk komunikasi, hiburan, maupun produktivitas,” ujar Fahmi dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNN.

Fahmi menambahkan bahwa pemulihan layanan menjadi prioritas tertinggi perusahaan.

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tak terulang, Telkomsel berkomitmen memperketat pengawasan infrastruktur secara menyeluruh dari hulu ke hilir (end-to-end).

Berdasarkan analisis teknis, gangguan serentak yang dialami Telkomsel dan IndiHome mengindikasikan adanya masalah pada infrastruktur backbone jaringan.

Backbone dapat diibaratkan sebagai jalan tol utama yang menghubungkan lalu lintas data antarwilayah.

Ketika jalur utama ini bermasalah, lalu lintas data dari pengguna (last mile) tidak dapat mencapai tujuannya, meskipun perangkat pengguna menunjukkan sinyal penuh.

Gangguan pada level backbone ini juga berdampak pada sulitnya akses ke aplikasi layanan pelanggan seperti MyTelkomsel dan pusat panggilan 188.

Hal ini terjadi karena jalur komunikasi menuju server aplikasi dan layanan pelanggan turut terdampak oleh putusnya konektivitas utama.

Sebelum layanan pulih, media sosial X (sebelumnya Twitter) dibanjiri keluhan pengguna. Kata kunci “Telkomsel”, “IndiHome”, dan “Gangguan” sempat merajai daftar trending topic Indonesia.

Warganet mengeluhkan terhambatnya pekerjaan, aktivitas belajar, hingga transaksi bisnis akibat matinya koneksi internet.

“Call IndiHome gara-gara jaringan satu kantor hilang, ternyata emang gangguan semuanya. PR banget kerjaan gue sangat amat butuh internet,” keluh salah satu akun @m**** di platform X.

Senada dengan itu, akun lain @b**** mencuitkan kekecewaannya, “Woi error gak kira-kira, ini kerjaan terhambat semua gara-gara kalian.”

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memiliki opsi cadangan atau redundansi jaringan bagi pengguna yang sangat bergantung pada konektivitas internet.

Para ahli menyarankan pengguna untuk memiliki kartu SIM dari provider berbeda sebagai backup dalam situasi darurat.

Selain itu, konsumen juga diingatkan mengenai hak kompensasi layanan sesuai regulasi yang berlaku jika gangguan berlangsung dalam durasi tertentu yang merugikan. Pengguna disarankan untuk menyimpan bukti gangguan sebagai dasar jika ingin mengajukan keluhan resmi di kemudian hari.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *