LiteX.co.id, Luwu – Gelombang tekanan terhadap pemerintah pusat terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya dipastikan akan meningkat.
Solidaritas Islam Luwu (Silu) bersama masyarakat secara terbuka mengancam akan melakukan blokade di sejumlah titik strategis hingga perusahaan-perusahaan besar apabila hingga 9 Februari tidak ada kejelasan atas tuntutan pemekaran wilayah tersebut.
Ancaman itu disampaikan dalam aksi demonstrasi Silu yang berlangsung di Jalan Trans Belopa–Palopo, Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Kamis (29/1).
Dalam aksi tersebut, massa menutup total badan jalan dan membakar ban, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total.
Menariknya, aksi ini turut melibatkan kaum ibu yang ikut turun ke jalan menyuarakan tuntutan pembentukan DOB Provinsi Luwu Raya serta Kabupaten Luwu Tengah.
Salah satu orator aksi, Yusuf, menegaskan bahwa aksi pemblokiran jalan kali ini hanyalah bentuk peringatan awal.
Ia menyebut, masyarakat Luwu Raya telah sepakat untuk mengambil langkah yang lebih keras jika aspirasi mereka kembali diabaikan.
“Jika sampai 9 Februari tidak ada keputusan yang jelas dari pemerintah pusat, kami akan melakukan blokade di titik-titik strategis yang berdampak luas dan viral, termasuk di kawasan perusahaan besar seperti BMS Masmindo hingga PT Vale,” tegas Yusuf pada orasinya di hadapan massa.
Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk tekanan agar pemerintah pusat serius menindaklanjuti aspirasi masyarakat Luwu Raya yang telah lama diperjuangkan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Fahrul, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengonsolidasikan kekuatan massa hingga batas waktu yang telah ditentukan.
“Kami tetap konsisten mengawal tuntutan ini sampai 9 Februari. Jika hasilnya tidak sesuai harapan rakyat, maka aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar akan kembali digelar,” ujarnya.
Akibat penutupan jalan Trans Belopa–Palopo, antrean kendaraan—khususnya truk bermuatan berat—terpantau mengular hingga puluhan kilometer. Aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi. (echa)






