LiteX.co.id, Jayapura – Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang istri prajurit TNI di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih tengah dalam proses penyidikan.
Perkara ini ditangani langsung oleh Pomdam XVII/Cenderawasih setelah laporan resmi diterima dari suaminya sendiri.
Perempuan berinisial Fadila Sasbila Nurahmidin (26), warga Jayapura, dilaporkan oleh suaminya, Sertu Agustian yang bertugas di Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili (WMS). Ia diduga menjalin hubungan terlarang dengan sedikitnya 13 anggota TNI AD.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, membenarkan bahwa kasus tersebut kini memasuki tahap penyidikan.
“Terkait viralnya berita tentang kejadian tersebut, saat ini sudah dalam tahap proses penyidikan di tingkat Pomdam XVII/Cenderawasih,” ujar Tri Purwanto, Jumat (27/2/2026).
Namun demikian, ia belum merinci lebih jauh perkembangan penyidikan. Ia menegaskan bahwa keterangan resmi selanjutnya menjadi kewenangan penyidik Pomdam.
“Saat ini sudah dalam tahap penyidikan, dan yang berwenang memberikan keterangan adalah pihak penyidik, yaitu Penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih,” tambahnya.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa penyelidikan telah dimulai sejak pertengahan Februari 2026.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, dan barang bukti berupa telepon genggam turut diamankan guna kepentingan penyidikan.
Dari total 13 prajurit yang diduga terlibat, sembilan orang telah diperiksa dan mengakui keterlibatan mereka. Sementara satu orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan.
Salah satu prajurit, Prada Ralfie Puturulan, mengaku mengenal Fadila pada Januari 2025 saat bertugas.
Ia menyatakan telah beberapa kali melakukan hubungan di rumah dinas suami Fadila maupun di sebuah hotel di Jayapura.
Pengakuan serupa disampaikan Serda Rustam Fanlay, yang mengaku diperkenalkan melalui komunikasi WhatsApp pada Desember 2025. Pertemuan mereka berlangsung di rumah kos dan hotel.
Sementara itu, Prada Muhammad Aldi Rumbati mengaku berkenalan melalui media sosial TikTok pada Oktober 2025. Komunikasi disebut berlanjut hingga terjadi pertemuan di sejumlah lokasi berbeda.
Ada pula pengakuan dari Prada Nahusni Hidayah yang menyebut pertemuan terjadi setelah berkumpul bersama rekan-rekan di sebuah kos-kosan.
Mayoritas prajurit yang telah diperiksa menyampaikan bahwa komunikasi awal disebut dimulai oleh Fadila. Beberapa dari mereka masih berstatus lajang, sementara satu prajurit lainnya diketahui telah menikah.
Kasus ini masih terus didalami oleh pihak berwenang untuk memastikan seluruh fakta dan pihak yang terlibat.


