Terkait kabar Kapal Musaffah 2
Keluarga Kapten Miswar yang tinggal di Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, tengah diliputi duka dan kecemasan setelah beredar kabar mengenai tenggelamnya kapal Musaffah 2 di sekitar Selat Hormuz, Timur Tengah.
Informasi yang beredar menyebutkan kapal tempat Kapten Miswar bekerja sebagai awak kapal tersebut diduga mengalami insiden di wilayah perairan yang saat ini berada dalam situasi konflik. Namun hingga kini, kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Salah satu kerabat keluarga menyampaikan bahwa istri Kapten Miswar, Marliani Ahmad, sangat terpukul setelah mendengar kabar tersebut. Meski demikian, keluarga masih berharap adanya kabar baik terkait kondisi sang kapten.
“Iya, istrinya sangat shock dan terus menangis setelah mendengar kabar itu. Tapi kami semua masih menunggu kepastian karena sampai sekarang masih berkomunikasi dengan pihak-pihak yang mengetahui informasi ini,” ujar salah seorang kerabat.
Kabar mengenai insiden kapal Musaffah 2 pertama kali beredar luas melalui sejumlah grup WhatsApp. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa kapal itu diduga terkena rudal di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran di kawasan Teluk.
Selain itu, sebuah akun media sosial juga mengunggah video yang memperlihatkan seorang pria sedang berkomunikasi dengan pihak lain mengenai dugaan serangan terhadap kapal tersebut.
Namun di sisi lain, informasi berbeda juga beredar di media sosial Facebook yang menyebutkan kapal tersebut kemungkinan terkena ranjau laut. Beragamnya informasi yang beredar membuat kebenaran mengenai penyebab insiden tersebut hingga kini masih belum dapat dipastikan.
Salah satu unggahan yang ramai dibagikan berasal dari akun bernama Nursamsi Acchi. Dalam postingan itu disebutkan bahwa informasi tersebut diperoleh dari istri salah satu kru kapal, Kapten Jan Yano. Dalam keterangannya disebutkan bahwa kapal Musaffah 2 sempat berada di sekitar Selat Hormuz ketika hendak memberikan bantuan kepada kapal lain dari perusahaan yang sama yang sebelumnya dilaporkan terkena serangan.
Dalam video yang beredar, seorang kapten kapal lain yang berada di wilayah Dubai juga disebutkan menceritakan bahwa Kapten Miswar sempat menghubunginya untuk meminta petunjuk arah. Hal itu terjadi karena sistem navigasi di kapal Musaffah 2 dilaporkan tidak berfungsi.
Disebutkan pula bahwa kapal tersebut kemudian menuju Selat Hormuz untuk membantu kapal rekannya. Namun wilayah tersebut dikabarkan telah menjadi zona berbahaya sejak pecahnya konflik, karena adanya ranjau laut yang dipasang di perairan tersebut.
Dalam unggahan yang sama disebutkan bahwa kapal Musaffah 2 membawa sekitar tujuh orang kru. Sebagian informasi menyebutkan enam orang, dengan beberapa di antaranya dikabarkan telah selamat dan berada di Oman. Namun informasi tersebut masih belum dapat diverifikasi secara resmi.
Berikut daftar awak kapal yang disebutkan berada di kapal Musaffah 2:
Kapten Miswar
Kapten Yan Rano Djama
Chief Engineer Sirajuddin
Abdul Salam (AB)
Dua awak asal India (AB dan oiler)
Satu awak asal Filipina (oiler)
Sementara itu, redaksi Media LiteX juga mencoba menghubungi istri Kapten Miswar, Marliani Ahmad, yang akrab disapa Ibu Qirat. Namun saat dihubungi melalui telepon, yang menjawab adalah anaknya. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini keluarga masih belum menerima informasi resmi mengenai kondisi Kapten Miswar.
“Belum ada informasi pasti,” ujarnya singkat.
Keluarga besar Kapten Miswar hingga kini terus menunggu kabar terbaru sembari berharap adanya keajaiban agar sang kapten dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka juga memohon doa dari masyarakat agar segera ada kepastian mengenai kondisi awak kapal Musaffah 2.(redaksi)






