Don't Show Again Yes, I would!

Antisipasi Kemarau, Pemerintah Kecamatan Ponrang Selatan Gelar Tudang Sipulung di Desa Bakti

LiteX.co.id, Luwu – Pemerintah Kecamatan Ponrang Selatan menggelar kegiatan tudang sipulung yang bertempat di Pasar Tradisional Desa Bakti pada Sabtu (02/05/2026).

Forum silaturahmi sekaligus diskusi strategis ini secara khusus membahas upaya percepatan musim tanam sekaligus merumuskan langkah antisipasi dalam menghadapi potensi musim kemarau mendatang.

Kegiatan yang mengusung tema “Menyatukan Hati, Mempererat Silaturahmi, Melestarikan Warisan Budaya” ini dihadiri oleh berbagai elemen penting.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu Ruslan, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Luwu Andi Hidayat, Kapolsek Ponrang Edi Syamsuri, perwakilan Danramil melalui Babinsa Muh. Darwis, Camat Ponrang Selatan Muhammad Kasim, Koordinator SDA PUPR Luwu Suyani, Koordinator POPT Luwu Yusri, serta jajaran penyuluh pertanian, kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani setempat.

Koordinator Penyuluh Pertanian Ponrang Selatan, Hasri, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan air guna mendukung percepatan olah lahan dan masa tanam sudah mulai dioptimalkan.

Ia menjelaskan bahwa pihak Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Ranting Padang Sappa telah resmi membuka pintu air sejak pertengahan April lalu.

“Petani dapat menerapkan sistem irigasi berselang atau basah-kering. Selain itu, pemupukan berimbang dianjurkan dengan dosis 250 kilogram urea per hektare dan 300 kilogram NPK Phonska per hektare, yang diberikan dua hingga tiga kali dalam satu musim tanam,” ujar Hasri.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Luwu, Andi Hidayat, sangat menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan petani terhadap jadwal tanam yang telah ditetapkan bersama.

“Petani didorong melakukan penanaman sesuai jadwal, pengendalian hama terutama tikus secara serentak, penggunaan air secara efisien, serta penggunaan benih sesuai anjuran penyuluh,” katanya memberikan arahan.

Sementara itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Luwu, Yusri, turut memaparkan proyeksi cuaca terkait ancaman kekeringan.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan akan mulai melanda pada bulan Juli dan mencapai puncaknya pada September 2026.

“Kondisi ini berpotensi menurunkan curah hujan dan memicu kekeringan di beberapa wilayah. Diperlukan langkah antisipatif melalui pengaturan jadwal tanam, penggunaan varietas unggul tahan cekaman, serta pengendalian dini terhadap hama dan penyakit tanaman,” jelas Yusri merinci.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara petani, POPT, penyuluh, dan instansi terkait menjadi kunci utama keberhasilan musim tanam di tengah potensi gangguan iklim.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Luwu, Ruslan, menyampaikan rencana pembenahan fasilitas di Pasar Tradisional Desa Bakti, sekaligus menyoroti praktik perdagangan yang dinilai kerap merugikan kaum petani.

Ia secara tegas menyinggung keberadaan tengkulak dalam aktivitas jual beli serta mengimbau agar timbangan gantung (dacing) tidak lagi digunakan oleh para pedagang.

“Seluruh transaksi penimbangan diwajibkan menggunakan timbangan duduk demi menjaga akurasi,” tegas Ruslan menanggapi keluhan masyarakat terkait praktik tengkulak yang kerap melakukan potongan berat sepihak hingga mencapai lima kilogram.

Selain itu, menanggapi berbagai keluhan dari pedagang, ia juga menegaskan agar pedagang menggunakan dana pribadi terlebih dahulu dalam proses transaksi tertentu, yang nantinya akan diganti oleh pihak dinas sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Fasilitas yang belum tersedia seperti toilet dan kran air untuk setiap los akan segera dibenahi guna menunjang aktivitas pedagang dan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan tudang sipulung ini diharapkan terus menjadi forum koordinasi lintas sektor yang efektif untuk memperkuat kesiapan petani menghadapi musim tanam dan tantangan cuaca, sekaligus mendorong terciptanya sistem perdagangan yang lebih adil dan transparan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *