LiteX.co.id, Luwu – Kabar mengenai kondisi aktivis kemanusiaan asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Andi Angga Prasadewa, menjadi perhatian keluarga dan masyarakat.
Pria kelahiran 16 Januari 1993 itu disebut tengah menjalankan misi kemanusiaan setelah berangkat dari Turki bersama sejumlah relawan lainnya.
Di tengah situasi yang belum menentu, keluarga mengaku diliputi perasaan campur aduk antara kecemasan, rasa bangga, dan doa agar Andi Angga dapat kembali dengan selamat.
Ayah Andi Angga, Andi Hamzah, mengaku terakhir kali berkomunikasi melalui sambungan video call, Ahad malam.
Dalam komunikasi tersebut, keluarga mengetahui putranya tetap menunjukkan keteguhan menjalankan misi kemanusiaan meski menyadari besarnya risiko di lapangan.
“Sebagai orang tua tentu kami sangat khawatir. Tetapi di sisi lain kami bangga karena tidak semua orang punya keberanian mengambil jalan kemanusiaan seperti ini,” ujar Andi Hamzah.
Ia mengaku keluarga terus berdoa agar putranya diberikan keselamatan dan kekuatan menghadapi situasi sulit.
“Kami hanya bisa berserah kepada Allah SWT. Kalau memang ini jalan kemanusiaan yang dipilihnya, semoga selalu dalam perlindungan Allah dan segera kembali dengan selamat,” katanya.
Andi Hamzah juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima keluarga melalui komunikasi video dari Andi Angga, terdapat kondisi darurat yang melibatkan aktivis dan wartawan Indonesia di lapangan.
Dalam rekaman yang beredar, pria kelahiran 16 Januari 1993 tersebut memberikan pernyataan tegas mengenai kondisinya.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Andi Angga Prasadewa. Jika Anda menonton video ini, berarti saya telah diculik oleh Zionis Israel di perairan internasional. Saya adalah bagian dari misi Global Peace Convoy Indonesia yang berlayar menuju ke Gaza untuk menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza,” ungkap Andi Angga.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pesan seruan kepada dunia internasional dan pemerintah RI terkait tindakan sewenang-wenang tersebut.
“Penculikan saya ini menunjukkan, sekali lagi, bahwa rezim Zionis Israel dan pendukungnya bertindak untuk melanjutkan pengeboman dan genosida mereka. Dunia harus bangkit. Pemerintah Indonesia harus mengambil jalur hukum untuk membebaskan kami dari penculikan yang semena-mena ini. Assalamualaikum,” tutupnya dalam video itu.
Selain itu, keluarga juga telah menjalin komunikasi dengan Anggota DPR RI, Andi Iwan Aras.
Menurut Andi Hamzah, legislator asal Sulawesi Selatan itu menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri, Sugiono telah melakukan berbagai upaya komunikasi diplomatik untuk pembebasan aktivis kemanusiaan dan wartawan asal Indonesia yang dilaporkan ditahan oleh Israel.
“Pak Andi Iwan Aras menyampaikan kepada kami bahwa pemerintah melalui Menteri Luar Negeri terus melakukan komunikasi untuk mengupayakan pembebasan warga Indonesia,” tutur Andi Hamzah.
Andi Angga diketahui telah lama aktif di bidang sosial dan kemanusiaan.
Sejak usia muda, ia terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi sosial, mulai dari masa pendidikan hingga aktif di berbagai kegiatan kemanusiaan.
Semangat membantu sesama terus dijalani hingga akhirnya ikut dalam misi kemanusiaan internasional.
Bagi keluarga, keputusan menjadi sukarelawan kemanusiaan bukanlah pilihan mudah. Namun mereka meyakini niat baik dan ketulusan dalam membantu sesama merupakan jalan pengabdian yang mulia.
“Kami sedih dan cemas, tetapi juga bangga. Tidak semua orang sanggup berada di posisi seperti itu. Kami hanya berharap Andi Angga segera bebas dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” tutup Andi Hamzah.
Ketegangan yang terjadi di perairan internasional dekat Siprus ini memuncak pada Senin (18/05/2026), ketika kapal-kapal tempur Zionis mengepung armada sipil tersebut.
Misi damai yang membawa logistik penyelamat jiwa bagi warga Gaza ini terpaksa terhenti setelah pasukan militer merangsek naik dan menangkap sekitar 100 aktivis lintas negara, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI).






