Don't Show Again Yes, I would!

Keadilan Sejati Hadir saat yang Lemah Tidak Merasa Sendirian

Ketua STIKES Datu Kamanre, Andi Zullylat Tazlilah Basmin, resmi raih gelar doktor dengan disertasi fokus perlindungan hukum bagi anak korban kekerasan di Sulsel.

LiteX.co.id, Pendidikan – Ketua STIKES Datu Kamanre, Andi Zullylat Tazlilah Basmin, menegaskan bahwa hukum tidak seharusnya hanya hadir sebagai alat untuk mengatur dan menghukum, tetapi juga harus mampu menjaga martabat serta melindungi mereka yang berada dalam posisi paling lemah.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam rangkaian momentum keberhasilannya menyelesaikan ujian promosi doktor pada Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia.

“Hukum tidak diciptakan hanya untuk mengatur kehidupan, tetapi untuk menjaga martabat kehidupan. Keadilan yang sejati bukanlah ketika hukum mampu menghukum yang bersalah, tetapi ketika mereka yang paling lemah tidak lagi merasa sendirian di hadapan hukum.”

Pernyataan itu menggambarkan pandangannya mengenai hukum yang berorientasi pada kemanusiaan.

Menurutnya, keberhasilan penegakan hukum tidak cukup hanya diukur dari kemampuan memberikan hukuman kepada pelaku, tetapi juga dari keberpihakan hukum dalam melindungi korban dan kelompok rentan.

Pandangan tersebut sejalan dengan disertasi yang dipertahankannya dalam ujian promosi doktor, yakni “Esensi Perlindungan Hukum terhadap Anak di Bawah Umur yang Menjadi Korban Tindak Pidana Kekerasan: Studi di Provinsi Sulawesi Selatan.”

Ujian promosi doktor dilaksanakan pada Kamis (30/07/2026), pukul 16.00 hingga 18.00 WITA, di Ruang Ujian Aula PJJ Lantai 1 Gedung Program Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 225, Makassar.

Disertasi tersebut disusun pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum dengan konsentrasi Hukum Pidana.

Penelitian itu menempatkan anak korban tindak pidana kekerasan sebagai subjek yang harus memperoleh perlindungan, pendampingan, dan kepastian hukum.

Pelaksanaan ujian dipimpin oleh Prof La Ode Husen selaku ketua sidang bersama tim promotor dan penguji dari Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Keberhasilan Andi Zullylat Tazlilah Basmin meraih gelar doktor tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat komitmennya untuk mendorong hadirnya pendidikan dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai kemanusiaan.

Melalui pemikirannya, hukum diharapkan tidak berhenti pada aturan tertulis dan pemberian sanksi.

Hukum harus hadir untuk memberikan rasa aman, menjaga martabat kehidupan, dan memastikan bahwa masyarakat yang paling lemah tidak merasa sendirian ketika memperjuangkan keadilan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *