LiteX.co.id, Palopo – Pemerintah Kota Palopo memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan (KTP) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan KTP dan TPPO kepada pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan di tingkat kota yang digelar di Auditorium Saokotae, Selasa (11/08/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palopo Andi Enceng Amir mewakili Wali Kota Palopo.
Agenda itu juga dirangkaikan dengan penguatan kerja sama lintas sektor dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan, kekerasan terhadap anak, anak berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak pada 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Palopo Raodatul Jannah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman, komitmen, serta keterlibatan berbagai unsur dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan TPPO.
Menurutnya, upaya itu penting untuk mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi perempuan serta anak di Kota Palopo.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, modus-modus perdagangan orang, serta dampaknya terhadap korban, keluarga maupun masyarakat.
DP3AP2KB juga mendorong terbentuknya kesadaran bahwa kekerasan terhadap perempuan dan TPPO merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang harus dicegah bersama.
Persoalan tersebut, kata Raodatul, tidak boleh lagi dianggap sebagai urusan pribadi atau semata-mata persoalan dalam rumah tangga.
Sementara itu, Andi Enceng Amir dalam sambutannya mengatakan maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh hanya menjadi perhatian pihak tertentu.
Menurutnya, pencegahan membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, keluarga hingga masyarakat secara luas.
Ia berharap kegiatan advokasi dan sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai agenda formal, tetapi mampu memperkuat peran, kepedulian, kepekaan dan kewaspadaan semua pihak terhadap berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta ancaman perdagangan orang.
Andi Enceng juga mengapresiasi berbagai langkah yang selama ini telah dilakukan sejumlah pihak dalam mencegah kekerasan maupun tindak pidana perdagangan orang.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat upaya memutus rantai berbagai modus kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun kejahatan perdagangan orang.
“Melalui momentum yang sangat berharga ini, mari kita wujudkan upaya memutus segala rantai modus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kejahatan perdagangan orang,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kota Palopo, instansi vertikal, TP PKK Kota Palopo, Dharma Wanita, perangkat daerah, Ketua LPPA, camat dan lurah se-Kota Palopo, serta Forum Anak Sawerigading Palopo.






