LiteX.co.id, Palopo – PALOPO — Penetapan sebagai juara pertama gerak jalan indah tingkat SMP di Kota Palopo menuai perdebatan di media sosial.
Sejumlah netizen mempertanyakan hasil penilaian dewan juri, khususnya terkait kostum yang dikenakan peserta SMP Negeri 10 Palopo. Sorotan paling banyak diarahkan pada bagian rok atau bawahan kostum yang dinilai sejumlah warganet memiliki belahan cukup tinggi hingga bagian paha.
Meski para peserta disebut tetap mengenakan legging atau celana panjang ketat berwarna putih di bagian dalam, sebagian netizen menilai model kostum tersebut kurang sesuai, terutama karena para peserta juga mengenakan penutup kepala atau hijab.

Perdebatan semakin ramai karena sebelumnya beredar informasi mengenai teguran dari seseorang yang diduga merupakan salah satu juri kepada terkait panjang rok yang dikenakan peserta SMP lain.
Menurut sejumlah netizen, rok peserta SMP Negeri 12 masih berada di bawah lutut, tetapi diduga mendapat teguran karena dianggap kurang sopan. Hal tersebut kemudian dibandingkan dengan kostum SMP Negeri 10 yang dinilai memiliki belahan rok hingga paha.
Kondisi tersebut membuat sebagian warganet mempertanyakan konsistensi standar penilaian dalam perlombaan tersebut.
“Coba juri tidak tegur SMP 12 rok pendek mungkin tidak masalah ji,” ujar akun Sri Wahyuni dalam komentarnya di media sosial.
Komentar lain datang dari akun rsmyanti Bbunallo yang menyoroti pihak juri.
“Mungkin jurinya anak baru kemarin, suruh dulu lihat seragam anak paskibra,” tulisnya.

Namun, tidak semua netizen mempersoalkan kemenangan SMP Negeri 10. Sebagian justru menilai hasil tersebut layak dan meminta masyarakat menerima keputusan dewan juri.
Salah satunya akun Olivia Irawan yang menyatakan dukungannya terhadap SMP Negeri 10 sebagai juara pertama.
“Tidak usah banyak bicara, intinya kemenangan sudah jatuh di SMP 10, dan jelas mereka bagus dan rapi. Tidak heran kalau mereka juara 1, apalagi kalau di daerah juara 1,” ujarnya.
Sementara akun Vivi Visma juga ikut memberikan pandangan mengenai persoalan kostum yang menjadi perdebatan di media sosial.
Perbedaan pendapat tersebut kemudian berkembang menjadi pro dan kontra di Facebook selama dua hari terakhir, sejak pengumuman juara gerak jalan indah tingkat SMP beredar.
Sebagian warganet memberikan dukungan kepada SMP Negeri 12 dan mempertanyakan standar penilaian yang diterapkan. Di sisi lain, pendukung SMP Negeri 10 menilai kemenangan tersebut merupakan hasil penilaian juri dan tidak semestinya dipersoalkan hanya karena model kostum.
Lomba gerak jalan indah tersebut digelar sehari sebelum puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Palopo.
Peserta memulai perjalanan dari Lapangan Gaspa dan kemudian menyusuri rute yang telah ditentukan hingga mencapai garis finis di Lapangan Pancasila.
Ajang tersebut menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kota Palopo dan diikuti sejumlah sekolah, termasuk peserta tingkat SMP.
Penetapan SMP Negeri 10 sebagai juara pertama kemudian menjadi perhatian publik, bukan hanya karena hasil perlombaan, tetapi juga karena perbedaan pandangan mengenai aspek penampilan dan kostum peserta.
Hingga berita ini ditulis, pihak dewan juri, SMP Negeri 10 Palopo sebagai juara, maupun SMP Negeri 12 Palopo yang disebut mendapat teguran dari pihak yang diduga juri belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut.
Karena itu, alasan resmi dewan juri dalam menetapkan pemenang serta standar penilaian terkait kostum dan penampilan peserta masih perlu dikonfirmasi kepada pihak penyelenggara agar polemik yang berkembang di media sosial tidak menjadi kesimpangsiuran informasi. (echa)






