LiteX.co.id, Luwu – Bupati Luwu H. Patahudding mengesahkan 10 Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026.
Pada kesempatan tersebut ia pula menegaskan bahwa keberadaan Destana tidak boleh hanya menjadi lembaga formalitas, melainkan harus menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana di tingkat desa.
Penegasan itu disampaikan saat Apel Siaga Bersama dan Pengesahan Desa Tangguh Bencana yang digelar di SDN 476 Makalua, Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Minggu (20/9/2026).
Menurut Patahudding, pembentukan Destana merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Luwu, terutama di daerah rawan longsor, banjir, dan cuaca ekstrem.
“Desa harus mampu mengenali risiko bencana di wilayahnya, melakukan pencegahan dan mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mampu merespons dan memulihkan diri ketika bencana terjadi,” kata Patahudding.
Ia menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah semata.
Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, relawan, hingga unsur TNI dan Polri.
Karena itu, Bupati Luwu juga mendorong perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Luwu, termasuk PT Masmindo Dwi Area dan PT Bumi Mineral Sulawesi, untuk berkontribusi dalam penguatan kapasitas desa melalui dukungan sarana-prasarana, edukasi kebencanaan, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana.
“Desa Tangguh Bencana yang telah dibentuk ini jangan menjadi lembaga formalitas belaka, tetapi lebih kepada pengabdian terhadap masyarakat dan desa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenri Esa, menjelaskan bahwa program Destana bertujuan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan desa dalam melakukan respons dini dan pemulihan pascabencana.
Menurutnya, keberadaan Destana diharapkan mampu membangun kemandirian masyarakat sehingga tidak hanya menjadi penerima bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana.
Sebanyak 10 desa yang disahkan sebagai Desa Tangguh Bencana Tahun 2026 terdiri dari Desa Ulusalu, Tolajuk, Boneposi, Rante Balla, dan Kadundung di Kecamatan Latimojong.
Kemudian Desa Bonelemo di Kecamatan Bajo Barat, Desa Karangkarangan, Lengkong, dan Padang Kalua di Kecamatan Bua, serta Desa Bosso Timur di Kecamatan Walenrang Utara.
Kegiatan yang diikuti unsur pemerintah daerah, relawan Destana, PMI Kabupaten Luwu, dan masyarakat tersebut merupakan hasil kolaborasi BPBD Kabupaten Luwu bersama berbagai pihak, termasuk PT Masmindo Dwi Area, Puspena Universitas Cokroaminoto Palopo, dan masyarakat Desa Kadundung.
Usai pengesahan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat banjir sebagai bagian dari penguatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi kebencanaan secara cepat dan terukur.
Program Destana sendiri menjadi bagian dari pelaksanaan Misi 7 Pemerintah Kabupaten Luwu, yakni mewujudkan kelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana guna menciptakan daerah yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.






