Don't Show Again Yes, I would!

Dokter Puskesmas di Luwu Diminta Standby, Jangan Berikan Obat Pasien Lewat “Udara”

LiteX.co.id, Luwu – Pelayanan kesehatan di sejumlah puskesmas di Kabupaten Luwu menjadi sorotan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan yang berlangsung di DPRD Luwu pada 29–30 September 2026.

Dalam pembahasan tersebut, salah satu anggota banggar DPRD Luwu, Wayu Napeng menyoroti keberadaan dan kesiapan dokter di setiap puskesmas. Ia meminta agar dokter tidak hanya memberikan pelayanan melalui “udara” atau telepon ketika ada pasien, tetapi hadir secara langsung di puskesmas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bagaimana tidak full batara guru karena puskesmas sebagai penyanggah di bawah kerap dokternya hilang, akhirnya harus ke Batara Guru, eh full juga harus dirujuk ke RSUD daerah lain, “tegasnya.

Wayu Napeng menegaskan, dokter yang ditugaskan di puskesmas semestinya berada di lokasi dan memberikan pelayanan selama 24 jam ” di Kamanre itu ada 3 rumah dinas dan 3 dokter mereka kan bisa shift”.

Menurutnya, keberadaan dokter di tempat tugas menjadi penting agar masyarakat yang datang ke puskesmas, khususnya dalam kondisi membutuhkan penanganan segera, tidak hanya mendapatkan arahan atau resep obat melalui komunikasi jarak jauh.

“Jangan lagi ada pasien datang ke puskesmas, tetapi dokternya hanya memberikan obat lewat udara , gimana kalau salah diagnosa siapa mau bertanggung jawab, dokter harus berada di tempat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” demikian pokok sorotan yang disampaikan dalam pembahasan APBD Perubahan.

Namun, di sisi lain, Wayu juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu memperhatikan kesejahteraan dan insentif para dokter. Menurutnya, kewajiban dokter untuk tinggal dan memberikan pelayanan di puskesmas harus diimbangi dengan dukungan yang memadai dari pemerintah daerah.

Terlebih, pemerintah daerah telah menyiapkan rumah dinas di sejumlah puskesmas. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh dokter sehingga mereka dapat tinggal dekat dengan lokasi pelayanan dan lebih mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawari, diminta mencari solusi atas persoalan tersebut, termasuk terkait insentif, fasilitas, serta kesejahteraan dokter yang bertugas di daerah.

Sorotan tersebut muncul di tengah adanya keluhan mengenai belum maksimalnya pelayanan dokter di sejumlah puskesmas. Kondisi itu diduga berkaitan dengan persoalan kesejahteraan dan insentif yang diterima tenaga medis.

Wayu menilai, persoalan tersebut perlu segera diselesaikan karena pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Apalagi, porsi anggaran daerah yang dikelola untuk sektor kesehatan cukup besar yakni 25 persen dari APBD, sehingga harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan di tingkat puskesmas.

Sejumlah pihak meminta agar pemerintah daerah mengevaluasi kinerja pimpinan Dinas Kesehatan jika persoalan tersebut terus berlangsung dan tidak ada perbaikan yang signifikan.

Sementara Sekretaris Daerah Luwu, Muh.Rudi menyampaikan jumlah dokter yang telah dikontrak guna melakukan pelayanan masyarakat di Kabupaten Luwu sudah sangat cukup. (echa)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *