LiteX.co.id, Palopo – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill bagi masyarakat di Kelurahan Pattene, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi warga sekaligus mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkoba.
Kegiatan tersebut dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palopo, Andi Enceng Amir, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di kawasan yang dinilai rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.
Kepala BNN Kota Palopo, AKBP Herman, menjelaskan bahwa penetapan Kelurahan Pattene sebagai kawasan rawan narkoba bukan berarti wilayah tersebut menjadi tempat peredaran narkoba atau seluruh warganya terlibat penyalahgunaan barang terlarang.
Menurutnya, istilah kawasan rawan merujuk pada wilayah yang memiliki kerentanan dari aspek ekonomi, lingkungan pergaulan, maupun akses terhadap peredaran narkoba.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui kegiatan positif dan pemberdayaan masyarakat.
Herman menyebut terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyalahgunaan narkoba, di antaranya minimnya aktivitas positif, tidak memiliki penghasilan tetap, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar.
Karena itu, BNN Palopo berupaya memperkuat ketahanan masyarakat melalui pelatihan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan berpotensi memberikan penghasilan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pencegahan melalui pendekatan persuasif, tanpa paksaan maupun ancaman, dengan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Melalui Bimtek Life Skill, BNN Palopo tidak hanya berupaya meningkatkan kemampuan warga, tetapi juga membangun kemandirian dan ketahanan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba.
Herman berharap Kelurahan Pattene dapat berkembang menjadi kawasan yang tangguh, mandiri, produktif, serta mendukung terwujudnya lingkungan Bersih Narkoba (Bersinar).
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palopo, Andi Enceng Amir, menyampaikan bahwa keterampilan hidup merupakan bekal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
Menurutnya, pemberian keterampilan dapat mendorong masyarakat memiliki kegiatan positif dan membuka peluang usaha legal yang memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
Pemerintah Kota Palopo juga mengapresiasi komitmen BNN dalam menjalankan program pemberdayaan alternatif sebagai salah satu pendekatan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Andi Enceng menilai persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang membutuhkan penanganan bersama melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, kemudian membagikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat lainnya.






