Don't Show Again Yes, I would!

Dihadapan Tim Penilai, Lapas Palopo Paparkan Berbagai Inovasi Unggulannya

LiteX.co.id, PALOPO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo mengikuti kegiatan Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi, wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM).

Dihadapan Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Lapas Palopo memaparkan beberapa inovasi unggulannya.

Adapun inovasi unggulan Lapas Palopo diantaranya: SIYAP (Sistem Informasi Pelayanan Pemasyarakatan), SIPAKAINGA (Sistem Pelaporan Kemananan Internal dan Pengawasan) dan berbagai inovasi lainnya dihadapan penilai.

Pengendali Teknis Inspektorat Wilayah I Anton Parasian memberikan apresiasi kepada Lapas Palopo atas sejumlah Inovasi yang dipaparkan.

“Terimakasih kepada Lapas Palopo yang telah melakukan perubahan dan pembenahan secara bertahap, teruslah berorientasi pada peningkatan pelayanan kita terhadap publik khususnya masyarakat dan warga binaan kita,” ucapnya.

Kalapas Palopo, Jhonny H Gultom memaparkan transformasi yang telah dilakukan untuk mewujudkan wilayah yang bebas dari praktik korupsi.

“Tentunya kita akankah mewujudkan wilayah yang bebas dari praktik korupsi, serta memiliki pelayanan prima bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulsel, Suprapto mengungkapkan selamat atas kinerja yang telah dilakukan.

“Selamat berjuang dan terus berbenah diri, laksanakan saran dan evaluasi yang diberikan TPI dan tetap semangat untuk mewujudkan zona integritas,” harap Kadivpas.

Dalam Kunjungannya, Tim Penilai Internal Inspektorat Wilayah I Beserta Kadivpas Kemenkumham Sulsel di sambut Yel-Yel Oleh Kalapas Palopo beserta jajaran, kemudian dilanjutkan tari padduppa oleh anggota DWP Lapas Palopo. (*)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *