Don't Show Again Yes, I would!

SETARA Institute Rilis Indeks Kota Toleran, Makassar Tembus Top 10 Nasional

LiteX.co.id, Makassar – Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional.

Di tengah dinamika sosial perkotaan yang semakin kompleks, Pemerintah Kota Makassar dinilai sukses menjaga harmoni dan merawat keberagaman sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang inklusif.

Setelah sebelumnya masuk dalam nominasi kota toleran pada tahun 2025, capaian tersebut kini meningkat pesat.

Kota Makassar resmi menembus peringkat 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia.

Pengakuan bergengsi ini merujuk pada rilis Indeks Kota Toleran (IKT) oleh SETARA Institute yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (22/04/2026).

Indeks tersebut secara komprehensif mengukur komitmen pemerintah daerah dalam mempromosikan nilai toleransi melalui regulasi, praktik kebijakan, dan dinamika sosial masyarakatnya.

Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, mengungkapkan bahwa pengukuran tingkat toleransi ini telah dilakukan secara konsisten sejak 2015 melalui studi IKT.

Dalam hasil terbarunya, Kota Makassar mencatat lonjakan peringkat yang sangat signifikan. Jika pada IKT 2024 Makassar berada di posisi ke-52, maka pada IKT 2025 kota ini mengalami kenaikan drastis dengan lompatan 43 tingkat hingga menempati posisi ke-9 nasional.

“Studi IKT dimaksudkan untuk mempelajari praktik-praktik baik yang dilakukan oleh elemen-elemen kota, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam hal toleransi, inklusivitas, dan tata kelola kebhinekaan kota,” ujar Ismail. Masuknya Makassar dalam daftar elite ini menempatkannya sejajar dengan kota-kota besar lainnya seperti Semarang, Bekasi, Surabaya, Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Palembang, dan Batam.

Apresiasi atas capaian membanggakan ini turut disampaikan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, Prof. Arifuddin Ahmad.

Ia menilai bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata solidnya sinergi antara kepemimpinan politik, birokrasi, dan elemen sosial kemasyarakatan yang berjalan searah dalam membangun harmoni.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang terbangun selama ini semakin kuat,” ungkap Prof. Arifuddin pada Sabtu (02/05/2026).

Ia juga menambahkan bahwa Wali Kota Munafri telah memberikan arah kebijakan yang inklusif, sementara birokrasi dan elemen masyarakat menjalankan nilai-nilai tersebut dengan konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Fathur Rahim, menegaskan bahwa lonjakan peringkat ini bukanlah hasil yang instan.

Hal tersebut didukung oleh penghargaan Harmony Award 2025 yang diraih oleh FKUB Kota Makassar, membuktikan bahwa upaya merawat kerukunan antarumat beragama di Makassar berjalan sangat efektif.

Capaian ini, menurut Fathur, mempertegas arah pembangunan sosial di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.

Berbagai langkah strategis telah dijalankan, termasuk memfasilitasi peringatan hari besar keagamaan dan memberikan dukungan anggaran hibah bagi organisasi keagamaan.

Langkah konkret lainnya adalah penetapan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai wilayah percontohan yang dilakukan bersama Kementerian Agama Kota Makassar pada Maret 2026 lalu.

“Ini bukan sekadar prestasi administratif, tetapi komitmen jangka panjang untuk memastikan Makassar tetap menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama,” tutup Fathur.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *