Don't Show Again Yes, I would!

Orang Tua Mahasiswa Keluhkan Banyaknya Biaya Tambahan Jelang Wisuda di Kampus Muhammadiyah Palopo

Foto: Ist

LiteX.co.id, Palopo – Menjelang prosesi wisuda, sejumlah orang tua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo (Unismuh) menyampaikan keluhan terkait banyaknya pungutan biaya tambahan di luar uang wisuda yang telah dibayarkan sebesar Rp2,5 juta.

Beragam biaya tambahan yang dipersoalkan mencakup infak, biaya toga, acara ramah tamah, iuran alumni, foto ijazah, hingga dokumentasi saat momen pengukuhan di podium — yakni saat rektorat secara simbolis memindahkan tali toga dari kiri ke kanan.

“Sudah bayar uang wisuda dua setengah juta, tapi masih ditagih lagi untuk toga, foto, uang alumni. Semuanya bayar lagi. Kampus ini serasa bisnis, semua serba uang. Bayar lagi?” keluh salah satu orang tua mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya menjelang wisuda, keluhan juga mencuat terkait biaya besar yang harus dikeluarkan mahasiswa jauh sebelumnya, terutama saat akan menempuh ujian akhir.

Untuk ujian sidang skripsi atau diseminasi, mahasiswa dikenai biaya sebesar Rp2 juta. Sementara sidang proposal atau seminar hasil dipatok sebesar Rp750 ribu.

“Kalau pembayaran ini sih kita ikhlas, tapi makin ke sini, makin sewenang-wenang kampus menerapkan pembayaran,” ujarnya lagi.

Orang tua mahasiswa mengaku heran mengapa masih ada pungutan tambahan padahal seluruh kegiatan digelar di gedung kampus sendiri. Mereka menilai biaya pendidikan di kampus tersebut sudah melebihi batas kewajaran.

“Jangan sampai nanti masuk gedung wisuda juga disuruh bayar. Itu saja kemarin tidak dikasih toga kalau belum bayar uang alumni,” ucap wali mahasiswa lainnya dengan nada kesal.

Para orang tua berharap pihak kampus dapat memberikan transparansi mengenai rincian penggunaan dana serta mengevaluasi kebijakan pungutan yang dinilai memberatkan mahasiswa dan keluarga.

Saat dikonfirmasi via telepon pada Hari Jumat (01/08/2025), salah satu pihak kampus yang diketahui bagian keuangan, Dr Rahmawati, menjelaskan bahwa beberapa biaya bukan berasal dari pihak kampus.

“Kalau biaya dosen penguji itu, Bu, kami tidak pungut. Ramah tamah itu dari infaq. Alumni itu organisasi alumni mereka, Bu, sudah di luar rangkaian akademik. Terima kasih atas masukannya,” ujarnya singkat.
(echa)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *