Don't Show Again Yes, I would!

Penanganan Sampah Tahun 2026 di Kabupaten Luwu jadi Prioritas

LiteX.co.id, Luwu – Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Patahudding–Muhammad Dhevy Bijak, menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah akan menjadi salah satu prioritas program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu pada tahun 2026.

Kepala BKAD Luwu, Alamsyah, menyampaikan bahwa sejak tahun 2025 Pemkab Luwu sudah memberikan perhatian serius terhadap persoalan sampah.

Menurutnya, melalui kebijakan anggaran Bupati dan Wakil Bupati Luwu, tahun ini Pemkab telah menambah armada pengangkut sampah.

“Pemkab Luwu menganggarkan 2 unit truk sampah dan juga mendapat tambahan 1 unit truk sampah baru dari CSR Bank Sulsel,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).

Namun, Alamsyah mengakui rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tanjong, Kecamatan Bupon, serta di wilayah Walmas, harus tertunda akibat efisiensi anggaran.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu, Husdin Iskandar, mengatakan kebijakan anggaran tahun 2025 sebenarnya memberi angin segar bagi penanganan sampah.

Namun, karena efisiensi, pembangunan TPA di dua lokasi tersebut kembali diusulkan pada tahun 2026.

“Insyaa Allah, pembangunan TPA di Tanjong dan Walmas akan terlaksana tahun 2026. Tahun ini anggarannya di PUPR tertunda, tapi Pak Bupati dan Pak Wakil berkomitmen agar tahun depan bisa dilaksanakan,” ungkap Husdin.

Untuk wilayah Walmas, Pemkab Luwu sudah menyiapkan lahan seluas 5 hektar yang akan melayani sejumlah kecamatan,

Sementara di Tanjong, Kecamatan Bupon, lahan seluas 4 hektar telah disiapkan. TPA ini nantinya akan melayani masyarakat di Kecamatan Bua, Bupon, Ponrang, dan Ponrang Selatan.

“Di Tanjong akan diawali dengan pembangunan kolam sampah pada awal 2026. Insyaa Allah, tahun depan sudah bisa beroperasi. Lahan sudah ada, hanya saja pada 2025 anggarannya terkena efisiensi sehingga tertunda,” jelasnya.

Husdin menegaskan bahwa sesuai aturan, TPA tidak boleh lagi berbentuk terbuka, melainkan harus dilengkapi dengan kolam pengolahan.

Oleh karena itu, kebutuhan pembangunan sarana dasar seperti kolam menjadi prioritas utama.

Selain pembangunan TPA, Pemkab Luwu juga akan menambah armada pengangkut sampah.

Saat ini, DLH Luwu memiliki 9 unit dump truk (3 di antaranya baru, termasuk 2 pengadaan 2025 dan 1 dari CSR Bank Sulselbar, serta 6 unit bekas pakai) dan 14 unit motor sampah.

“Sarana penunjang seperti alat berat juga sangat penting. Jika pengadaan sulit dilakukan pada 2026, sementara kita akan menggunakan alat berat milik PUPR. Namun, mudah-mudahan tahun depan ada pengadaan baru,” tambah Husdin.

Dengan dukungan anggaran dan sarana yang memadai, Pemkab Luwu optimistis penanganan sampah di daerah ini bisa lebih maksimal mulai 2026.

Setelah pembangunan TPA Tanjong dan Walmas selesai, kedepan Pemkab Luwu juga telah memikirkan pembangunan TPA di Suli Barat dan di wilayah Larompong atau Larompong Selatan. (*)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *