LiteX.co.id, Palopo – Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat dari peredaran obat tradisional yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Hal ini diwujudkan dengan partisipasi Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Irsan Anugrah, dalam peluncuran gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman) yang digagas langsung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia secara daring dari Kantor Dinkes Palopo pada hari Selasa (09/06/2026).
Gerakan strategis tingkat nasional ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif, baik bagi produsen maupun konsumen, akan pentingnya memproduksi dan mengonsumsi obat tradisional yang terjamin keamanannya.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, dalam arahannya yang disiarkan dari Semarang mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah terdapat sekitar 22 ribu jenis jamu dan obat tradisional yang tercatat resmi serta memiliki izin edar.
Meski demikian, industri obat tradisional di Tanah Air masih dihadapkan pada tantangan serius berupa ulah sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang memproduksi jamu secara ilegal.
“Selama ini orang menganggap minum jamu itu aman, dan memang aman. Tetapi kenyataannya masih banyak pelaku yang membuat jamu tidak aman dengan mencampurnya menggunakan Bahan Kimia Obat (BKO). Hal itu yang menghancurkan citra jamu tradisional kita,” ujar Taruna Ikrar memberikan penegasan.
Lebih lanjut, Taruna memaparkan besarnya potensi biodiversitas flora di Indonesia. Dengan kekayaan alam mencapai 31 ribu spesies tumbuhan,
Indonesia sejatinya memiliki bahan baku jamu yang sangat melimpah. Sayangnya, potensi raksasa tersebut belum digarap secara maksimal dari sisi nilai keekonomian.
Oleh karena itu, guna mengatasi tantangan serta mengoptimalkan potensi yang ada, BPOM meminta dukungan penuh dari seluruh kepala daerah untuk masif mengampanyekan kesadaran memproduksi dan mengonsumsi jamu tanpa campuran kimiawi.
Dukungan kuat terhadap gerakan Idaman ini juga turut disuarakan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mengikuti acara tersebut.
Ia menegaskan kesiapan pemerintahannya untuk mengoptimalkan potensi kampung-kampung jamu di wilayahnya, sekaligus berkomitmen menggencarkan edukasi bahaya jamu ilegal kepada masyarakat luas.
Sejalan dengan semangat pemberantasan jamu berbahaya tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palopo menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan kebijakan pusat.
Pihak Dinkes menyatakan siap menyelaraskan program di daerah untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran obat tradisional, sehingga seluruh lapisan warga Kota Palopo dapat terlindungi secara maksimal dari ancaman konsumsi jamu yang tidak memenuhi standar kesehatan.






