LiteX.co.id, Luwu – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Datu Kamanre sukses menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Kampus 2 STIKES Datu Kamanre.
Rangkaian kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (13/06/2026) hingga Minggu (14/06/2026) dengan mengangkat tema “Leadership 5.0: Kolaborasi, Integritas dan Aksi Nyata Berdampak di Era Digitalisasi”.
Ketua STIKES Datu Kamanre, Andi Zullylat Tazlilah Basmin SH., MH., C.QAP.,CLA, hadir secara langsung membuka kegiatan tersebut.
Ia turut didampingi oleh Wakil Ketua III Bagian Kemahasiswaan, Haedir, serta Staf LPM, Muhajir.
Dalam sambutannya, Andi Zullylat menekankan betapa pentingnya proses dan pembentukan karakter bagi seorang mahasiswa kesehatan. “…mau jadi dokter, saya mau jadi perawat di lingkup internasional.
Tetapi kalian tidak mempunyai dasar, basic itu penting. Tidak mungkin orang bisa berlari tanpa apa? Berjalan, latihan, jatuh, bangkit lagi. Begitupun juga latihan ini,” ujarnya kepada peserta.
Lebih lanjut, ia menasihati para mahasiswa agar memaksimalkan potensi akal pikiran untuk memberikan manfaat dan tidak sekadar menjalani rutinitas.
“Kera juga kerja sekedar bekerja. Tetapi kalian itu, kita diciptakan sebagai manusia yang paling sempurna dibandingkan makhluk-makhluk lainnya. Kita diberikan akal, kita diberikan insting, diberikan logika… akalnya untuk bermanfaat. Fastabiqul khairat,” lanjutnya.
Pada sesi pembekalan wawasan kebangsaan, Analis Kebakaran dari Pemerintah Kabupaten Luwu, A Muhammad Ahkam Basmin, S.STP., MM, menekankan pentingnya aktif berorganisasi selama menjadi mahasiswa.
“Makanya kita sekarang ini yang sedang berada di Jakarta sana, itu tidak lahir hanya sekedar menjadi mahasiswa. Tapi mereka aktif berorganisasi,” jelas Ahkam.
Ia menyarankan mahasiswa untuk mencari Organisasi Kepemudaan (OKP) yang lurus dengan melihat rekam jejaknya. Selain itu, Ahkam mengingatkan mahasiswa agar bijak menyikapi arus media sosial untuk mencegah radikalisme dan memupuk kesadaran berbangsa.
“Keterlibatan adik-adik mahasiswa itu sangat diperlukan. Diperlukan, dibutuhkan. Tapi jangan FOMO. Jangan sekedar ikut-ikutan… yang kita mau adalah bagaimana anak-anakku sekalian yang hadir di sini ini betul-betul bergerak, tergerak karena kecintaan terhadap bangsa dan negara,” pesannya. Ia juga menegaskan agar pemuda tidak mudah tersinggung oleh hal-hal sepele yang dapat memantik perpecahan.
Melengkapi materi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, S.E, memaparkan materi kepemimpinan dengan tajuk “Leadership 5.0: Kolaborasi Integritas dan Aksi Nyata di Era Digital Perspektif Interpretasi Mimpi”.
Gazali menjelaskan bahwa era digital berfungsi layaknya ruang pemenuhan ambisi di mana batasan fisik hilang.
Oleh karena itu, mahasiswa memerlukan kolaborasi lintas disiplin dan integritas sebagai “superego digital” pelindung moralitas siber. Hal ini penting untuk memisahkan fakta objektif dari distorsi informasi, sehingga mahasiswa mampu melahirkan aksi nyata yang berkelanjutan, inklusif, dan solutif di tengah masyarakat.






