Don't Show Again Yes, I would!

Ayo Cegah Stunting Jadi Tema Pelatihan Diversifikasi Perikanan di Kecamatan Sendana

Pemkot Palopo gelar pelatihan olahan ikan bagi ibu rumah tangga untuk cegah stunting. Simak strategi pemerintah dalam meningkatkan gizi anak melalui menu sehat.

LiteX.co.id, Palopo – Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan berkolaborasi dengan Kelompok Kerja (Pokja) III Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palopo menggelar pelatihan diversifikasi olahan hasil perikanan.

Kegiatan yang mengusung tema “Ayo Cegah Stunting” ini dilaksanakan di Kantor Camat Sendana pada Jumat (17/07/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Kota Palopo, Ir. Yohana Rura, mengatakan bahwa sasaran utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah para ibu rumah tangga serta keluarga yang memiliki anggota keluarga dalam kategori stunting.

Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat mempraktikkannya secara berkelanjutan di rumah.

Langkah tersebut dinilai krusial agar penanganan anak-anak yang terkena stunting, yang salah satu penyebab utamanya adalah kekurangan gizi, dapat dilakukan dengan lebih optimal.

“Kita ketahui bersama bahwa ikan merupakan salah satu sumber makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi. Harapannya, bagi anak-anak kita yang masih dalam kategori stunting, seiring dengan bertambahnya usia, berat badan maupun tinggi badannya dapat bertambah secara ideal,” jelas Ir. Yohana Rura.

Sementara itu, Ketua Bidang Pokja III TP PKK Kota Palopo, Sri Suci Ningsih Ilham, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan cara membuat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kaya akan gizi, salah satunya adalah olahan dimsum.

Menurutnya, makanan olahan semacam ini sangat disukai oleh anak-anak dan dinilai efektif dalam mencegah stunting di tingkat keluarga.

Pelatihan ini sekaligus menjadi salah satu strategi dari pemerintah untuk menekan angka gizi kurang pada balita di Kota Palopo.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para ibu dapat menyajikan menu makanan tambahan yang sehat, variatif, dan tepat sasaran.

Dengan demikian, angka kekurangan gizi dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan akan semakin meningkat.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *