LiteX.co.id, LUWU – Kapolres Luwu AKBP Arisandi, turut berduka atas gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat, hal ini tergambar pada history di WhatsApp perwira yang di pundaknya 2 melati itu. Senin (21/11)
Status pada akun wA nya desain gambar nya bertuliskan “Alumni Kepolisian 2004 Paguyuban Tatag Trawang Tungga Pray For Cianjur” lalu dibagian bawah gambar tersebut bertuliskan “semoga warga yang terdampak bencana dapat diberikan kekuatan, ketabahan serta kesabaran”.
Saat dikonfirmasi apakah Kapolres Luwu termasuk pada alumni angkatan kepolisian 2004, dijawab ” Iya mbak “. artinya orang nomor satu di Mapolres Luwu itu ikut berduka atas bencana yang dialami warga Cianjur.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami mengatakan korban meninggal akibat gempa bumi bermagnitudo 5,6 di Cianjur bertambah menjadi 56 orang, sedangkan 700 orang mengalami luka-luka.
“Karena masih banyak warga terperangkap di tempat-tempat kejadian, kita asumsikan yang meninggal dan luka-luka pun akan bertambah seiring waktu,” kata Ridwan dalam kunjungannya ke Cianjur, dikutip dari Kompas TV.
Ridwan menggambarkan situasi di lapangan “masih chaos” dan warga di tempat kejadian “masih dilanda ketakutan” sehingga penanganan darurat banyak dilakukan di luar ruangan.
“Dijahit kepalanya, dijahit kakinya dilakukan di lapangan. Tindakan menormalisasi, ada yang stres, menangis, ada yang kepalanya baru dijahit dan sebagainya,” jelas Ridwan
“Rata-rata korban mengalami luka di bagian kepala hingga tangan. Tidak sedikit korban merupakan anak-anak,” tulis laporan itu dikutip dari Detik.com pada Senin (21/11)
Berita sebelumnya
Korban bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat, terus berdatangan dari berbagai arah wilayah Cianjur sehingga membuat jumlah pasien luka-luka membludak, petugas kesehatan pun menjadi kewalahan.
Hingga saat ini jumlah pasien sudah nyaris sampai seribu tepatnya sudah mencapai angka 700 pasien yang memenuhi ruang pasien RSUD di Cianjur bahkan ada yang dirawat di halaman serta parkiran akibat tidak ada lagi tempat.
Perawat dari TNI-Polri pun diterjunkan membantu para korban yang terus berdatangan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terkini korban meninggal imbas gempa bumi magnitudo (M) 5,6 di Cianjur. Total sampai saat ini ada 46 orang meninggal dunia dan 700-an orang terluka.
“Sekarang sudah ada 46 orang yang meninggal dunia dan sudah ada di RSUD Kabupaten Cianjur, dan kurang lebih 700-an orang luka-luka,” kata Kepala BNPB Suharyanto saat konferensi pers via Zoom bersama BMKG, Senin (21/11/2022). Dikutip dari Detik com.
Suharyanto mengatakan banyaknya korban meninggal dunia lantaran kondisi rumah-rumah di Cianjur yang tidak tahan gempa. Selain itu, gempa terjadi di siang hari. (*/ace)






