LiteX.co.id, Olahraga – Tim nasional Argentina sukses melangkah mulus ke babak 32 besar FIFA World Cup 2026 setelah menumbangkan Austria dengan skor meyakinkan 2-0.
Pertandingan krusial Grup J yang digelar di Stadion Dallas, Texas, pada Senin (22/06/2026) waktu setempat ini menjadi panggung bersejarah bagi sang kapten, Lionel Messi.
Pemain berjuluk La Pulga tersebut sukses memborong dua gol sekaligus mencatatkan namanya dengan tinta emas sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam sejarah perhelatan Piala Dunia.
Dengan tambahan dua pundi gol pada menit ke-38 dan masa injury time (90+5′), Messi kini telah mengoleksi total 18 gol di panggung dunia.
Pencapaian luar biasa ini secara resmi melampaui rekor 16 gol yang sebelumnya dipegang teguh oleh legenda Jerman, Miroslav Klose.
Menariknya, rekor baru ini tercipta hanya beberapa hari setelah Messi menorehkan hat-trick sensasional pada laga pembuka melawan Aljazair.
Perjalanan mengukir sejarah di Texas ini sebenarnya tidak diawali dengan mulus oleh pemenang delapan kali Ballon d’Or tersebut.
Pada menit-menit awal pertandingan, Messi sempat membuang peluang emas setelah eksekusi penaltinya gagal membuahkan hasil.
Selain itu, barisan pertahanan Austria yang dipimpin oleh David Alaba tampil begitu disiplin dengan melakukan serangkaian blok krusial.
Namun, kebuntuan akhirnya pecah menjelang akhir babak pertama.
Lewat sebuah skema serangan apik, pergerakan tanpa bola yang mengecoh lawan dari Thiago Almada membiarkan umpan matang Facundo Medina bergulir mulus ke area penalti.
Messi yang berdiri bebas tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan melepaskan tembakan terukur ke sudut bawah gawang Austria untuk membuka keunggulan.
Ia kemudian menyempurnakan penampilannya lewat gol penutup di detik-detik akhir pertandingan yang memastikan kemenangan gemilang bagi skuad asuhan Lionel Scaloni.
Kemenangan krusial yang mengamankan posisi puncak Grup J ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 40 tahun gol ajaib Diego Maradona ke gawang Inggris.
Di sisi lain, armada asuhan Ralf Rangnick bukannya tanpa perlawanan.
Austria sempat menebar ancaman nyata melalui tendangan bebas Marcel Sabitzer, yang malam itu melakoni penampilan ke-100 bersama tim nasionalnya.
Kendati demikian, wakil Eropa tersebut pada akhirnya harus mengakui ketangguhan barisan pertahanan sang juara bertahan yang tampil solid sepanjang laga.
Selain memimpin daftar pencetak gol terbanyak di turnamen ini, catatan gol tersebut juga membuat Messi sejajar dengan Just Fontaine dari Prancis (1958) dan Jairzinho dari Brasil (1970) sebagai tiga pemain langka yang mampu mencetak gol dalam enam pertandingan Piala Dunia secara berturut-turut.
Menanggapi kemenangan bersejarah timnya, kapten tim nasional Argentina itu tidak dapat menyembunyikan rasa puasnya.
“Sejujurnya, saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama karena ini adalah kemenangan yang sangat krusial, diperjuangkan dengan keras dan pantas didapatkan, yang memberi kami ketenangan untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Ini adalah Piala Dunia; pertandingannya sangat seimbang dan intens, dan kami senang bisa meraih enam poin serta sudah memastikan lolos,” ungkap Lionel Messi seusai laga.
Kekaguman terhadap sang kapten turut dilontarkan oleh rekan-rekan setimnya.
Lisandro Martinez menyebut bahwa Messi berada di kelas yang berbeda dan Argentina sangat beruntung memilikinya.
Senada dengan hal tersebut, Julian Alvarez menegaskan bahwa seluruh dunia kini bisa melihat kembali bukti sahih status Messi sebagai pemain terbaik sejagat.
Sementara itu, di kubu lawan, penyerang Austria Michael Gregoritsch mengakui bahwa timnya kesulitan menciptakan peluang bersih meski sudah berusaha tampil tangguh.
Ia menyayangkan gol kedua di menit akhir yang sedikit merusak selisih gol timnya, seraya menekankan pentingnya pemulihan cepat untuk meraih kemenangan mutlak pada laga penentuan melawan Aljazair mendatang.




