Don't Show Again Yes, I would!

Mengawal Surat Suara Ke Desa Bastim, Anggota DPRD Luwu Lahmuddin Berpesan Masyarakat Jangan ” Sicamba” Pasca Pilkades

Table of contents: [Hide] [Show]

1574 DPT di Desa Bassiang Timur

Hari ini pesta demokrasi dilaksanakan pada 91 desa di Kabupaten Luwu. Suasana panas antara para pendukung calon kepala desa (cakades) sangat terasa. Sehingga dalam hal ini Anggota DPRD Luwu dari fraksi PAN mengimbau masyarakat di dapilnya agar tidak “sicamba” usai pilkades.

Saat mengawal Surat suara ke kantor Desa Bassiang Timur (Bastim) , Lahmuddin berharap masyarakat bisa memilih secara cerdas dan dewasa menanggapi kekalahan maupun kemenangan. “Yang kalah harus legowo sementara yang menang rangkul yang kalah untuk bersama memajukan desa ” Ujar master hukum ini.

Menurutnya, pemilihan kepala desa sangat rentan adanya, “sicamba” karena yang maju cakades biasanya satu rumpun sehingga potensi seperti itu selalu ada. “Jangan ada sicamba camba, perbaiki hubungi setelah pilkades kan tujuannya semua sama mau membangun desa” Ujar anggota DPRD Luwu yang peroleh suara 3.253 ini.

Ketua Panitia Pemilihan Kades di Bastim Darwis, mengatakan di Desa Bastim ada sebanyak 1574 pemilih tetap, sehingga hari ini masyarakat akan mencoblos di 3 TPS terletak 3 dusun berbeda. “Tapi ini surat suara dikasi lebih karena kemungkinan ada masyarakat yang tidak terdaftar sebagai dpt tapi punya KTP sebagai warga Bastim ada juga kadang surat suara yang rusak” Ujarnya

Diketahui di Desa Bastim ada 3 kandidat yang akan memperebutkan suara masyarakat pada hari ini mereka adalah Sukirman nomor urut 1, Samsu Alam nomor urut 2 dan Hirman nomor urut 3.

Babinkamtibmas Desa Bastim terlihat sibuk memantau situasi keamanan agar pencoblosan pada hari ini bisa berjalan dengan kondusif. “Kita berharap semua aman terkendali, setelah pilkades ini ada moment bulan Ramadhan di situlah saat membersihkan hati” Ujarnya.(kartini)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *