Don't Show Again Yes, I would!

Kunjungan Lintas Kementerian di Luwu, Fokus Bahas Pengelolaan Lanskap Terpadu dan Hilirisasi

LiteX.co.id, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu menjadi tuan rumah dalam agenda kunjungan lapangan dan dialog multipihak terkait Pengelolaan Lanskap Terpadu atau Integrated Landscape Management (ILM). Pertemuan strategis lintas kementerian ini diselenggarakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu pada Jumat (24/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pusat, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Sekretaris Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan Nandang Prihadi, serta Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Patahudding memaparkan besarnya potensi wilayah yang ia pimpin.

Ia menyebut Kabupaten Luwu merupakan salah satu sentra kakao di Sulawesi Selatan yang pernah berjaya dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat sejak lama.

Oleh karena itu, ia berharap penuh adanya dukungan pemerintah pusat untuk mengembalikan kejayaan komoditas tersebut, mulai dari bantuan bibit, penanganan penyakit tanaman, hingga penguatan hilirisasi.

Selain kakao, Patahudding juga menyoroti tingginya potensi produksi padi yang sayangnya belum diimbangi dengan fasilitas pengolahan beras yang memadai di daerah.

Kondisi ini mengakibatkan sebagian besar gabah dijual ke luar wilayah, sehingga masyarakat lokal tidak menikmati nilai tambahnya secara optimal.

“Kami berharap ada dukungan penguatan hilirisasi dan infrastruktur, agar hasil pertanian masyarakat dapat memberikan manfaat maksimal bagi daerah,” ujar Patahudding.

Bupati Luwu juga menekankan pentingnya sistem pengelolaan kawasan hulu sungai melalui penanaman pohon buah-buahan.

Langkah ini dinilai efektif sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem alam sekaligus mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Merespons hal tersebut, Deputi Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo menegaskan bahwa pendekatan ILM adalah kunci utama dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Menurutnya, integrasi antara peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai tambah harus dilakukan secara terpadu lewat kolaborasi berbagai pihak.

“Pendekatan lanskap terpadu memungkinkan pengelolaan darat dan laut secara terintegrasi, sehingga mampu mendorong produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan,” jelas Leonardo.

Pentingnya sinergi ini juga diamini oleh Nani Hendiarti. Ia menyebut keberhasilan program ILM sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat agar komoditas unggulan seperti kakao bisa kembali berjaya dan berdaya saing.

Sementara itu, Nandang Prihadi mengingatkan bahwa keberlanjutan produksi sangat bergantung pada kondisi ekosistem hulu. Ia menggarisbawahi pentingnya konservasi dan pengelolaan hutan melalui skema perhutanan sosial agar tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak alam.

Dari sisi teknis, Kuntoro Boga Andri menambahkan bahwa penguatan kapasitas petani, penyuluhan, serta sistem ketelusuran hasil kebun menjadi fokus utama Kementan dalam meningkatkan daya saing komoditas perkebunan saat ini.

Usai merampungkan sesi dialog, rombongan langsung bertolak menuju Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat. Di lokasi tersebut, mereka melakukan peninjauan lahan lapangan, menyerahkan bantuan bibit kakao kepada warga, serta melakukan aksi penanaman bibit secara simbolis bersama masyarakat setempat.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *