Don't Show Again Yes, I would!

Mantan Ketua IPMIL UNM Kecam Aksi Penyisiran Mahasiswa Palopo di Makassar

LiteX.co.id, Makassar – Mantan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) RAYA Universitas Negeri Makassar (UNM), Sopyan, angkat bicara terkait aksi penyisiran terhadap sejumlah mahasiswa asal Palopo yang terjadi di beberapa kampus ternama di Makassar.

Aksi yang terekam dalam sejumlah unggahan di media sosial tersebut dinilai sangat tidak mencerminkan sikap terdidik, karena dilakukan secara terbuka di dalam area kampus oleh sekelompok orang tak dikenal.

“Perbuatan menyisir mahasiswa Palopo di dalam kampus yang viral di media sosial jelas menunjukkan tindakan yang tidak terpuji. Kampus adalah tempat belajar, bukan arena provokasi,” ujar Sopyan, Jumat (25/07/2025).

Ia menilai, tindakan yang memicu ketegangan tersebut tidak sesuai dengan semangat mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) yang seharusnya menjadi pelopor perdamaian dan edukasi, bukan justru menampilkan kekerasan secara terbuka.

Lebih lanjut, Sopyan mengimbau kepada para mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam IPMIL, untuk tidak terpancing emosi dan tetap menjaga ketenangan serta fokus dalam menyelesaikan studi.

“Kita datang jauh-jauh ke Makassar untuk menuntut ilmu, bukan mencari konflik. Tunjukkan sikap sebagai kaum terpelajar,” pesan Sopyan.

Ia juga meminta aparat kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Makassar, untuk segera mengambil tindakan guna meredam potensi konflik lanjutan yang bisa saja muncul akibat aksi penyisiran tersebut.

“Kami berharap pihak berwajib segera menyelidiki dan menindak pihak-pihak yang memicu keresahan, termasuk spanduk-spanduk yang bernada provokatif dan menyudutkan mahasiswa dari IPMIL,” tegasnya.

Sopyan berharap permasalahan ini segera ditangani secara serius agar tidak berdampak buruk terhadap iklim akademik dan kehidupan antarorganisasi mahasiswa di Makassar.

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *