LiteX.co.id, Luwu – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Datu Kamanre terus mendorong pengembangan bakat dan minat mahasiswa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang digelar rutin setiap Jumat.
Program ini menjadi wadah non-akademik bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas dan keterampilan di luar kegiatan perkuliahan.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKES Datu Kamanre, Haedir, S.Kep., M.Kes, mengatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu aspek penting dalam pembinaan karakter mahasiswa.
“Untuk ekstrakurikuler di STIKES Datu Kamanre, ada beberapa yang rutin dilakukan. Yang paling diunggulkan adalah marching band, kemudian ada Paduan Suara Mahasiswa (PSM), sanggar seni tari, dan satu cabang olahraga yaitu voli,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (31/10/2025).
Haedir menjelaskan bahwa kegiatan non-akademik ini merupakan bagian dari proses penilaian mahasiswa di bidang kemahasiswaan.
“Di dunia pendidikan, penilaian tidak hanya dari sisi akademik. Nilai non-akademik juga penting karena membentuk kepribadian dan kemampuan sosial mahasiswa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan setiap Jumat dipilih agar mahasiswa bisa menyeimbangkan jadwal belajar dan pengembangan diri.
“Senin sampai Kamis mereka fokus kuliah, sementara di hari Jumat waktunya mengasah keterampilan di bidang non-akademik. Sambutannya luar biasa, mahasiswa sangat antusias,” tuturnya.
Melalui kegiatan seperti marching band, paduan suara, tari tradisional, dan voli, mahasiswa tidak hanya berlatih disiplin dan kerja sama, tetapi juga ikut melestarikan budaya lokal Sulawesi Selatan.
Di akhir wawancara, Haedir berpesan agar mahasiswa STIKES Datu Kamanre terus aktif dan percaya diri dalam mengembangkan potensi diri.
“Jangan hanya unggul di akademik. Tunjukkan keterampilan, semangat, dan kontribusi kalian untuk kampus, masyarakat, dan Indonesia,” pesannya.






