Don't Show Again Yes, I would!

Penghuni Lapas Palopo Didominasi Kasus Narkotika, Satu Terpidana Seumur Hidup

LiteX.co.id, Palopo – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palopo, yang berada di Sulawesi Selatan, saat ini menampung sekitar 850 warga binaan. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 di antaranya merupakan terpidana kasus narkotika, dan salah satunya menjalani hukuman seumur hidup.

Kasus hukuman seumur hidup ini dijatuhkan kepada Ade Rahman warga Walmas, pelaku pembunuhan seorang mahasiswi asal Desa Wara, Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pengamanan Lapas (Ka.PLP) Kelas IIA Palopo, Hartono, dalam suasana santai bersama media pada Ahad (10/11) malam, di salah satu warkop di Palopo. “vonis seumur hidup itu bisa saja berubah status jika selama masa tahanan di lapas yang bersangkutan berbuat baik dan taat aturan selama 5 tahun berturut-turut, ” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Hartono menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisi dan komposisi narapidana di lapas tersebut, termasuk keberadaan 22 narapidana perempuan dan satu narapidana kasus korupsi yang merupakan mantan kepala sekolah di Kabupaten Luwu.

Hartono juga menyampaikan langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan oleh pihak lapas menjelang Pilkada. Salah satu langkahnya adalah pembatasan jumlah kunjungan terhadap warga binaan sebagai upaya menjaga keamanan. “Data wajib pilih warga binaan akan final pada 20 November, dan setelah itu, kami akan menghentikan penerimaan warga binaan sementara waktu,, hingga pencoblosan kepala daerah selesai” ujarnya.

Langkah ini, lanjut Hartono, sudah dikoordinasikan dengan pengadilan dan kejaksaan untuk menunda persidangan hingga pencoblosan selesai.

Selain itu, Hartono mengungkapkan bahwa Lapas Palopo saat ini mengalami overkapasitas yang cukup serius. Dengan kapasitas seharusnya hanya 350 warga binaan, Lapas Palopo kini menampung hingga tiga kali lipat dari jumlah ideal. Meskipun demikian, jumlah petugas keamanan yang berjaga setiap harinya masih terbatas. “Di lapas kami ada empat shift penjagaan, masing-masing shift terdiri dari 8 hingga 9 orang. Jumlah ini tentu masih jauh dari cukup untuk mengawasi hampir seribu warga binaan,” katanya.

Permasalahan kapasitas yang melebihi batas ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak Lapas Kelas IIA Palopo dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas. (kartini)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *