Don't Show Again Yes, I would!

Ekonomi Luwu 2025 Meroket Tembus 7,43 Persen, Tertinggi dalam Tujuh Tahun Terakhir

LiteX.co.id, Luwu – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Kabupaten Luwu di sektor perekonomian.

Berdasarkan rilis data terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu pada Senin (02/03/2026), laju pertumbuhan ekonomi daerah berjuluk Bumi Sawerigading tersebut sukses mencapai angka 7,43 persen sepanjang tahun 2025.

Capaian impresif ini tercatat sebagai rekor pertumbuhan tertinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, yang sekaligus menjadi penanda kuat momentum kebangkitan ekonomi wilayah.

Jika dilihat secara regional, akselerasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Luwu kini mantap menempati peringkat kedua tertinggi dari seluruh jajaran kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan.

Posisinya bertengger tepat di bawah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pencapaian ini secara gamblang menunjukkan daya saing perekonomian Luwu yang kian tangguh dan menguat di konstelasi tingkat provinsi.

Mengilas balik data historis yang dicatat BPS, perekonomian Luwu memang sempat menyentuh titik nadir pada tahun 2020 di angka 1,3 persen akibat imbas pandemi.

Angka tersebut sempat membaik ke 6,03 persen pada 2021, sebelum akhirnya kembali dihantui tren perlambatan dan tertahan di posisi 4,36 persen pada tahun 2024.

Namun kini, dari sisi nilai, PDRB atas dasar harga berlaku telah melesat tajam menjadi Rp24.699,39 miliar, yang turut mengerek angka PDRB per kapita masyarakat hingga menyentuh Rp63,45 juta.

Kokohnya struktur PDRB Kabupaten Luwu rupanya masih ditopang sangat kuat oleh sektor primer. Sektor pertanian mendominasi jalannya roda ekonomi dengan kontribusi mencapai 50,65 persen.

Posisi selanjutnya berturut-turut diisi oleh sektor perdagangan dan reparasi sebesar 11,19 persen, industri pengolahan 9,22 persen, sektor konstruksi 4,78 persen, serta gabungan sektor lainnya yang menyumbang 24,16 persen.

Sementara itu, jika dibedah dari sisi pengeluaran, motor penggerak terbesar pertumbuhan ekonomi Luwu ternyata bersumber dari konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi dominan sebesar 54,77 persen.

Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menyusul dengan sumbangsih 37,29 persen, disusul oleh konsumsi pemerintah sebesar 8,36 persen, dan komponen lainnya yang tercatat pada angka minus 0,42 persen.

Menanggapi tren laju positif ini, Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil kerja satu pihak semata.

Raihan membanggakan ini merupakan buah dari sinergi dan kerja keras seluruh elemen masyarakat, yang dipadukan dengan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas serta memacu sektor-sektor produktif.

“Capaian pertumbuhan ekonomi ini menjadi indikator bahwa arah pembangunan daerah berada pada jalur yang tepat. Pemerintah akan terus memperkuat sektor unggulan, khususnya pertanian, sekaligus mendorong peningkatan investasi dan daya beli masyarakat,” ungkap Patahudding saat memberikan keterangan resminya kepada Tim Media Center Diskominfo-SP Luwu.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *