Don't Show Again Yes, I would!

Menanti Persetujuan Trump dan Khamenei, Titik Terang Kesepakatan AS-Iran Menguat

Presiden United States, Donald J Trump (The White House)

LiteX.co.id, Internasional – Krisis keamanan maritim yang melumpuhkan rute perdagangan minyak global diproyeksikan segera menemui titik terang.

Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah menyepakati draf awal persetujuan strategis yang berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh serta perpanjangan gencatan senjata.

Laporan terbaru dari sejumlah media terkemuka AS, seperti New York Times, Fox News, dan Axios, mengungkapkan bocoran kesepakatan yang disampaikan oleh beberapa pejabat tinggi Washington yang enggan disebutkan namanya pada Minggu (24/05/2026).

Namun demikian, kesepakatan substansial ini belum resmi ditandatangani dan masih membutuhkan pengesahan mutlak dari Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Berdasarkan draf nota kesepahaman (MoU) yang bocor tersebut, poin krusial dari kesepakatan ini mencakup beberapa hal:

  • Iran diwajibkan membersihkan seluruh ranjau laut di Selat Hormuz dan memastikan kapal-kapal komersial dapat melintas bebas tanpa ada pungutan “tarif tol”.
  • Sebagai kompensasinya, AS setuju mencabut blokade di berbagai pelabuhan Iran, memberikan pelonggaran sanksi terbatas, serta memperbolehkan Teheran menjual minyaknya secara bebas dalam durasi gencatan senjata selama 60 hari ke depan.
  • AS menerapkan prinsip “bantuan berdasarkan kinerja”. Artinya, keringanan sanksi ekonomi tidak akan diberikan di awal, melainkan dievaluasi mengikuti langkah nyata yang diambil Iran.
  • Adanya komitmen dari Teheran untuk tidak merakit senjata nuklir, menangguhkan proses pengayaan uranium, serta menyepakati pemusnahan pasokan uranium yang diperkaya tinggi (highly enriched uranium).

Meskipun pejabat Washington memandang prospek draf ini lebih kuat daripada kesepakatan nuklir era Barack Obama (2015), dinamika politik di kawasan Teluk masih sangat rapuh.

Penasihat Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, memberikan pandangan skeptis terkait progres negosiasi ini.

Saat berbicara di ajang Forum GLOBSEC di Praha pada Jumat (22/05/2026), Gargash memperkirakan probabilitas keberhasilan kesepakatan AS-Iran baru berada di angka 50:50.

“Kemungkinan kita mencapai kesepakatan adalah 50-50. Kekhawatiran saya adalah bahwa Iran selalu terlalu banyak bernegosiasi,” ucap Gargash menyoroti taktik diplomasi Teheran, seperti dikutip dari Kompas.

Ia mendesak agar Selat Hormuz tidak dipolitisasi dan segera dikembalikan statusnya sebagai jalur perairan internasional yang aman.

Gargash juga memperingatkan dampak sistemik yang akan melanda rantai pasok global dan keamanan energi Eropa jika kebuntuan militer di selat strategis tersebut tidak segera diakhiri.

Sejauh ini, upaya diplomatik intensif tersebut didukung penuh oleh berbagai negara kunci di kawasan, termasuk Arab Saudi, Turki, Mesir, hingga Pakistan yang berperan aktif sebagai mediator sentral.

Sementara itu, baik Gedung Putih maupun otoritas resmi Iran masih memilih bungkam dan belum mengeluarkan rilis resmi terkait bocoran kesepakatan ini.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *