Don't Show Again Yes, I would!

Batal Utus Dubes, Menlu Sugiono Terbang ke Pemakaman Ali Khamenei

Prosesi pemakaman Ali Khamenei memicu reaksi keras Donald Trump dan memaksa pemerintah Indonesia melakukan penyesuaian delegasi diplomatik secara mendadak.

Foto: Kemenlu RI

LiteX.co.id, Internasional – Lautan manusia dilaporkan membanjiri jalanan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ali Khamenei, yang seketika memicu respons mengejutkan dari Donald Trump serta mendorong penyesuaian langkah diplomasi secara mendadak dari pihak pemerintah Indonesia.

Banyaknya massa dalam prosesi tersebut membuat Donald Trump mengaku sangat terkejut, mengingat sebelumnya ia mengira tokoh penting revolusi Islam tersebut sangat dibenci oleh rakyatnya sendiri.

Pernyataan kontroversial juga sempat dilontarkan saat ia menyebut tangisan para pelayat di sana mungkin saja hanya sebuah kepalsuan.

Terkait dinamika geopolitik ini, Donald Trump mengklaim bahwa pihak Iran sebenarnya sangat memohon untuk kembali melakukan kesepakatan negosiasi, namun kedua belah pihak akhirnya setuju untuk menunda pembicaraan hingga masa berkabung selesai sepenuhnya.

Kematian Ali Khamenei yang diakibatkan oleh serangan udara gabungan pada Februari lalu itu kini memicu rentetan sumpah dari para pejabat di Teheran untuk terus mencari keadilan.

Donald Trump menyinggung bahwa negaranya bisa saja menyingkirkan semua pihak dalam satu serangan saat pemakaman berlangsung.

“Mereka memohon untuk membuat kesepakatan. Mereka semua ada di sana. Satu tembakan, tetapi kita tidak akan melakukan itu karena kemudian kita tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi,” klaim Donald Trump terkait situasi di Teheran, dilansir dari Times Now World.

Di belahan dunia lain, pemerintah Indonesia harus melakukan penyesuaian susunan delegasi secara cepat demi memberikan penghormatan kepada mendiang.

Sugiono memberikan penjelasan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada Senin (06/07/2026), bahwa awalnya Indonesia hanya menugaskan Rolliansyah Soemirat sebagai perwakilan utama.

Keputusan awal tersebut sempat diambil karena banyaknya agenda kenegaraan yang harus dipersiapkan di Tanah Air secara bersamaan, termasuk penyambutan tamu negara seperti Narendra Modi dan Lawrence Wong.

Penyesuaian level delegasi akhirnya harus terjadi karena otoritas Iran memberikan konfirmasi pada awal Juli bahwa akses masuk ke upacara pemakaman hanya akan diberikan secara terbatas kepada perwakilan negara dengan tingkatan jabatan yang lebih tinggi.

“Rencananya yang akan berangkat saya bersama dengan Ahmad Muzani. Setelah itu kita juga berkoordinasi dan karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada hari tanggal 9, Kamis rencananya,” jelas Sugiono mengenai perubahan komposisi utusan, seperti dikutip dari Liputan6.

Puncak dari seluruh rangkaian prosesi pemakaman dan penguburan ini dijadwalkan akan berlangsung di kompleks makam Imam Ali Ridha yang terletak di Mashhad pada Kamis (09/07/2026).

Rangkaian penghormatan massal sebelumnya juga telah digelar di Teheran dan berlanjut di kota suci Qom.

Hingga saat ini, delegasi Indonesia masih berkoordinasi secara intensif dengan Teheran mengenai detail lokasi penerimaan dan waktu kehadiran yang tepat, mengingat sangat besarnya gelombang massa di lapangan.

“Kita berencana akan hadir. Ini kami masih menunggu jawaban waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut. Dari komunikasi yang terus kita lakukan bahwa karena penghormatan terhadap beliau sangat besar, kemudian masa juga sangat besar di sana. Pihak Iran masih mencoba untuk mencari titik atau spot yang tepat untuk menerima kunjungan kita,” tutur Sugiono menambahkan.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *