LiteX.co.id, Palopo – Universitas Mega Buana Palopo menggelar Wisuda Angkatan XVII Periode III Tahun 2026 di Gedung Saodenrae Convention Center pada Selasa (28/07/2026).
Sebanyak 578 lulusan Program Sarjana Kebidanan resmi dikukuhkan dalam kegiatan tersebut.
Mayoritas wisudawan merupakan praktisi yang sebelumnya telah bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun swasta.
Wali Kota Palopo Naili Trisal diwakili Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Taufiq Gurrahman dalam kegiatan itu.
Rektor UMB Palopo Prof Nilawati Uly mengungkapkan, sebanyak 508 lulusan atau sekitar 87,89 persen tercatat telah berstatus sebagai aparatur sipil negara, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, tenaga honorer, pegawai BUMN, pegawai swasta, hingga anggota legislatif.
“Alhamdulillah, sebanyak 87,89 persen atau 508 lulusan tercatat telah berstatus sebagai ASN, PPPK, tenaga honorer, pegawai BUMN, pegawai swasta, hingga anggota dewan,” kata Prof Nilawati.
Para lulusan menempuh pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL dengan skema alih jenjang dari Diploma III Kebidanan menuju Sarjana Kebidanan.
Program tersebut memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja, pendidikan nonformal, serta kompetensi yang sebelumnya telah dimiliki mahasiswa.
Prof Nilawati menjelaskan bahwa peserta wisuda tidak hanya berasal dari wilayah Luwu Raya.
Para lulusan berasal dari 18 provinsi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Daerah asal mereka membentang dari Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, hingga Papua.
Menurutnya, luasnya sebaran mahasiswa menunjukkan bahwa UMB Palopo semakin dipercaya masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi, khususnya pada bidang kesehatan.
Para wisudawan juga dinilai mampu menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan, pegawai, maupun profesi lainnya.
Prof Nilawati menyebut semangat tersebut sebagai bentuk nyata pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning.
“Inilah makna sesungguhnya dari pembelajaran sepanjang hayat. Belajar tidak berhenti ketika seseorang mulai bekerja, tetapi terus berlangsung demi memberikan pelayanan yang semakin baik dan berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.
Meski harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan perkuliahan, para lulusan mampu menunjukkan capaian akademik yang baik.
Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif lulusan pada periode tersebut mencapai 3,85.
Adapun IPK tertinggi tercatat 4,00, dengan rata-rata masa studi sekitar 11 bulan.
Prof Nilawati mengingatkan bahwa gelar akademik dan ijazah bukan akhir dari proses pembelajaran.
Tantangan sesungguhnya akan dihadapi ketika lulusan kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan tenaga kebidanan yang memiliki ijazah, tetapi juga profesional, kompeten, berintegritas, dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan bidan yang memiliki ijazah, tetapi juga bidan yang profesional, berintegritas, kompeten, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta memiliki hati yang tulus dalam melayani,” tegasnya.
Dalam sambutan Wali Kota Palopo yang dibacakan Taufiq Gurrahman, Pemerintah Kota Palopo menyampaikan apresiasi kepada rektor dan seluruh sivitas akademika UMB.
Pemkot menilai UMB Palopo terus menunjukkan kegigihan, komitmen, dan konsistensi dalam menyediakan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Pencapaian yang telah diraih diharapkan dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan, baik dari sisi mutu pembelajaran, kompetensi lulusan, maupun kontribusi kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Palopo juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa dari berbagai daerah yang memilih Palopo sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tempat belajar, tetapi juga oleh niat, usaha, disiplin, dan konsistensi mahasiswa.
“Saya yakin dan percaya, keberhasilan yang diraih hari ini akan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, daerah, dan negara,” kata Taufiq saat membacakan sambutan Wali Kota Palopo.
Para wisudawan diharapkan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengetahuan, pengalaman, serta kompetensi yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
UMB Palopo sebelumnya juga menggelar wisuda pada Rabu (22/07/2026) dengan mengukuhkan 591 lulusan Program Sarjana Kebidanan.
Sepanjang 2026, universitas tersebut memproyeksikan meluluskan sekitar 2.537 tenaga kebidanan pada jenjang sarjana dan profesi.
Secara keseluruhan, UMB menargetkan 3.142 lulusan dari berbagai bidang ilmu.
Universitas Mega Buana saat ini menyelenggarakan program pendidikan pada jenjang doktor, magister, profesi, dan sarjana.
Program tersebut meliputi kesehatan masyarakat, kebidanan, keperawatan, kedokteran, kedokteran gigi, hukum, perdagangan internasional, kewirausahaan, sistem informasi, dan informatika.
Kegiatan wisuda turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Andi Lukman, unsur Forkopimda Kota Palopo, Ketua DPRD Kota Palopo Darwis, Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo Rahim Munir, Kepala Kejaksaan Negeri Palopo Sinyo Redy Benny Ratag, pimpinan perguruan tinggi, dosen, orang tua, serta sivitas akademika UMB Palopo.






