LiteX.co.id, Teknologi – ChatGPT menjadi platform kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari survei pengguna hingga peringkat kunjungan situs.
Survei Snapcart pada April 2025 menempatkan ChatGPT di posisi teratas dengan tingkat penggunaan mencapai 71 persen.
Meta AI berada di urutan kedua sebesar 52 persen, disusul CapCut 40 persen, Gemini 34 persen, dan Google Assistant 23 persen.
Survei tersebut dilakukan melalui TASC Online Survey terhadap 3.611 responden untuk mengetahui cara masyarakat Indonesia menggunakan AI, kebutuhan yang dibantu teknologi tersebut, serta tingkat kepercayaan penggunanya.
Dikutip dari situs resmi Snapcart, hasil penelitian itu menyebut ChatGPT sebagai platform AI yang paling sering digunakan responden.
“Platform yang paling sering digunakan adalah ChatGPT sebesar 71 persen, kemudian Meta AI 52 persen dan CapCut 40 persen,” tulis Snapcart dalam laporan tersebut.
Angka itu tidak berarti 71 persen seluruh penduduk Indonesia menggunakan ChatGPT.
Persentase tersebut menggambarkan pilihan platform dalam responden survei Snapcart yang telah bersentuhan dengan teknologi AI.
Dominasi ChatGPT juga terlihat dalam pemeringkatan Similarweb untuk periode Juni 2026.
Chatgpt.com menempati peringkat pertama sebagai situs dalam kategori AI Chatbots and Tools yang paling banyak dikunjungi dari Indonesia.
Posisi kedua ditempati Gemini, kemudian Claude, Character.AI, dan DeepSeek.
Similarweb memperbarui peringkat tersebut pada Rabu (01/07/2026).
Data itu mengukur trafik situs web sehingga belum mencakup secara utuh penggunaan melalui aplikasi, layanan yang tertanam di media sosial, maupun fitur AI dalam perangkat.
Meski metode pengukurannya berbeda, hasil Similarweb dan survei Snapcart sama-sama menunjukkan ChatGPT berada di posisi teratas.
Gemini menjadi pesaing utama dalam kategori situs chatbot AI, sementara Meta AI memiliki jangkauan luas karena terintegrasi dengan WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
Survei Snapcart menemukan 43 persen responden mengaku sering menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 41 persen pernah menggunakan AI, tetapi hanya sesekali, sedangkan 16 persen belum pernah menggunakannya.
Penggunaan paling tinggi tercatat pada kelompok Gen Z berusia 13 hingga 24 tahun.
Sebanyak 50 persen responden dalam kelompok tersebut mengaku sering menggunakan AI.
Teknologi AI banyak dimanfaatkan untuk membantu tugas sekolah dan kuliah, mencari informasi, melakukan riset daring, menyelesaikan pekerjaan rumit, hingga membuat konten.
Sebanyak 29 persen responden menilai AI membantu menyelesaikan persoalan kompleks.
Kemudian, 19 persen menggunakan teknologi tersebut agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan mudah.
ChatGPT dikenal dapat membantu pengguna membuat tulisan, merangkum dokumen, mencari ide, mempelajari suatu topik, menerjemahkan bahasa, membuat gambar, hingga membantu pemrograman.
Namun, pengguna tetap perlu memeriksa kembali jawaban yang diberikan karena AI dapat menghasilkan informasi yang keliru, tidak lengkap, atau tidak memiliki sumber yang jelas.
Popularitas AI tidak selalu diikuti kepercayaan penuh dari masyarakat.
Dalam survei Snapcart, sebanyak 13 persen responden mengaku sangat percaya kepada AI, sedangkan 27 persen menyatakan percaya.
Mayoritas atau 58 persen mengambil posisi netral.
Associate Account Director Snapcart Boy Irvan mengatakan tingginya penggunaan AI tetap disertai sikap berhati-hati dari masyarakat.
“Meski sebagian orang Indonesia memercayai AI untuk urusan pribadi, mayoritas tetap netral, menunjukkan optimisme yang hati-hati,” kata Boy Irvan, dikutip dari situs resmi Snapcart.
Hanya satu persen responden yang menyatakan tidak percaya terhadap AI.
Hasil tersebut memperlihatkan masyarakat mulai menerima teknologi AI, tetapi belum sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada sistem otomatis.
Tingginya penggunaan platform AI sejalan dengan perkembangan ekonomi digital Indonesia.
Laporan e-Conomy SEA 2025 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company menyebut 80 persen pengguna digital Indonesia berinteraksi dengan AI setiap hari.
Pendapatan aplikasi berbasis AI di Indonesia juga tumbuh 127 persen antara semester pertama 2024 dan semester pertama 2025, tertinggi di Asia Tenggara.
Google Indonesia menilai adopsi AI akan membawa perubahan besar bagi kegiatan ekonomi dan dunia kerja.
“AI bukan sekadar gelombang teknologi baru, tetapi akan mengubah cara bisnis beroperasi dan berkembang,” tulis Google Indonesia.
Laporan tersebut juga mencatat 79 persen pengguna aktif berupaya mempelajari dan meningkatkan keterampilan berkaitan dengan AI.
Sebanyak 51 persen pengguna memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi serta menghemat waktu dalam melakukan riset dan perbandingan.
Sementara itu, 35 persen menggunakannya untuk memperoleh rekomendasi yang lebih personal.
Berdasarkan indikator yang tersedia, ChatGPT masih menjadi AI paling populer di Indonesia.
Namun, persaingan terus meningkat seiring berkembangnya Gemini, Meta AI, Claude, DeepSeek, Perplexity, dan berbagai layanan AI lainnya.
Popularitas sebuah platform juga tidak selalu menunjukkan bahwa layanan tersebut paling tepat untuk semua kebutuhan.
Pengguna perlu memilih AI sesuai tujuan serta tetap melakukan verifikasi, terutama untuk informasi kesehatan, hukum, keuangan, akademik, dan pemberitaan.






