LiteX.co.id, Nasional – Nama-nama yang identik dengan anime Jepang mulai menghiasi basis data kependudukan Indonesia. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat ratusan penduduk menggunakan nama Uzumaki, Nobita, Sasuke, Naruto, hingga Uchiha.
Data tersebut bersumber dari paparan Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi dalam Rakornas Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I 2026 di Jakarta. Kegiatan itu berlangsung di Birawa Assembly Hall, Menara Bidakara 2, pada Senin (03/08/2026).
Di antara nama berkaitan dengan anime dan manga yang ditampilkan Dukcapil, Uzumaki menempati posisi pertama dengan 190 penduduk. Nama klan tokoh utama dalam serial Naruto tersebut mengungguli Nobita yang tercatat digunakan 181 penduduk.
Posisi berikutnya ditempati Sasuke sebanyak 158 penduduk, Naruto 157 penduduk, serta Uchiha 152 penduduk. Dominasi nama dari semesta Naruto juga terlihat dari kemunculan Boruto yang digunakan 60 penduduk.
“Dirjen Dukcapil itu ngomongnya atas dasar data kependudukan, tapi ternyata banyak. Ada yang namanya Nobita, ada yang Uzumaki,” kata Teguh, dikutip dari tayangan resmi YouTube Dukcapil Kemendagri.
Daftar Nama Berkaitan dengan Anime di Indonesia
Berdasarkan paparan Data Kependudukan Bersih Semester I 2026 Ditjen Dukcapil Kemendagri, berikut nama yang identik dengan tokoh, klan, atau serial anime dan manga beserta jumlah penggunanya:
Uzumaki: 190 penduduk
Nobita: 181 penduduk
Sasuke: 158 penduduk
Naruto: 157 penduduk
Uchiha: 152 penduduk
D. Luffy: 79 penduduk
Shinchan: 65 penduduk
Boruto: 60 penduduk
Usopp: 37 penduduk
Inuyasha: 23 penduduk
Doraemon: 16 penduduk
Suneo: 8 penduduk
Sumber data: Ditjen Dukcapil Kemendagri, dipaparkan dalam Rakornas Dukcapil 2026 dan Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I 2026 melalui kanal YouTube resmi Dukcapil Kemendagri.
Nama dari serial Naruto mendominasi lima besar melalui Uzumaki, Sasuke, Naruto, dan Uchiha. Serial tersebut juga diwakili Boruto pada posisi kedelapan.
Sementara itu, Doraemon menyumbangkan tiga nama, yakni Nobita, Doraemon, dan Suneo. Nama D. Luffy dan Usopp berkaitan dengan serial One Piece, sedangkan Shinchan dikenal sebagai tokoh utama Crayon Shin-chan.
Namun, data itu tidak serta-merta membuktikan seluruh pemilik nama tersebut dinamai langsung berdasarkan anime. Dukcapil menampilkan kesamaan nama dalam basis data kependudukan, sedangkan alasan orang tua atau keluarga memilih setiap nama tidak dijelaskan.
Karena itu, penyebutan yang lebih tepat adalah nama yang identik atau berkaitan dengan anime, bukan memastikan seluruhnya terinspirasi dari karakter fiksi.
Nama Slamet Tak Lagi Masuk Tiga Besar Generasi Muda
Kemunculan nama Uzumaki, Naruto, dan Nobita menjadi bagian dari perubahan pola pemberian nama di Indonesia. Pergeseran tersebut juga terlihat ketika data nama antargenerasi dibandingkan.
Data pembanding ini bersumber dari Data Kependudukan Bersih Semester II 2025, berdasarkan catatan penduduk per Selasa (31/12/2025), yang dirilis Dukcapil pada Kamis (12/03/2026). Data itu berbeda periode dengan daftar nama anime yang berasal dari Semester I 2026.
Dalam kelompok laki-laki Baby Boomer, Slamet menjadi nama terbanyak dengan 38.530 penduduk. Nama tersebut berada di atas Sutrisno sebanyak 28.671 penduduk dan Supardi 26.608 penduduk.
Pada Generasi X, Slamet masih berada di posisi ketiga dengan 50.104 penduduk. Dua posisi teratas ditempati Sutrisno sebanyak 65.907 penduduk dan Mulyadi 52.298 penduduk.
Namun, Slamet tidak lagi masuk tiga besar nama laki-laki pada kelompok Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha.
Nama laki-laki terbanyak pada kelompok Milenial adalah Herman, Sutrisno, dan Wahyudi. Pada Generasi Z, tiga posisi teratas ditempati Ardiansyah, Aldi, dan Wahyudi.
Perubahan lebih jelas terlihat pada Generasi Alpha. Tiga nama laki-laki terbanyak adalah Muhammad Al Fatih yang digunakan 27.715 penduduk, Muhammad Rafa Azka Putra 11.237 penduduk, dan Muhammad Yusuf 9.933 penduduk.
“Mulai generasi Milenial, Gen Z, Gen Alpha, sudah hampir tidak ada nama-nama seperti Nurhayati, Slamet, Joko,” kata Teguh dalam Rilis Data Kependudukan Bersih Semester II 2025, dikutip dari Kumparan.
Pernyataan tersebut merujuk pada daftar nama yang paling dominan di setiap generasi. Hal itu tidak berarti tidak ada lagi anak muda bernama Slamet, Joko, atau Nurhayati, melainkan nama-nama tersebut tidak lagi masuk kelompok teratas seperti pada generasi sebelumnya.
Dari Tradisi Lokal ke Budaya Populer Global
Perbandingan data antargenerasi memperlihatkan sumber inspirasi nama penduduk Indonesia semakin beragam. Nama generasi terdahulu cenderung lebih singkat dan lekat dengan bahasa daerah, sementara generasi lebih muda banyak menggunakan rangkaian nama religius, modern, atau gabungan beberapa bahasa.
Masuknya Uzumaki, Naruto, Sasuke, Nobita, dan D. Luffy menunjukkan budaya populer global juga ikut hadir dalam identitas administratif masyarakat Indonesia.
Meski demikian, jumlah pengguna nama anime masih jauh lebih sedikit dibandingkan nama yang dominan dalam setiap kelompok generasi. Uzumaki yang berada di posisi pertama dalam kategori nama terkait anime hanya digunakan 190 penduduk, sedangkan satu nama populer pada Generasi Alpha dapat digunakan puluhan ribu orang.
Pencatatan nama pada dokumen kependudukan kini diatur melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2022. Regulasi tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan tersebut berlaku sejak Kamis (21/04/2022).
Aturan itu tidak secara khusus melarang penggunaan nama yang terinspirasi anime. Namun, orang tua tetap perlu mempertimbangkan makna, kemudahan penulisan, serta kepentingan anak karena nama tersebut akan digunakan dalam dokumen dan pelayanan administrasi sepanjang hidupnya.






