Don't Show Again Yes, I would!

Andi Admiral Soroti Pengelolaan dan Pemeliharaan Destinasi Wisata di Luwu Dinilai Kehilangan Arah

Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Luwu bersama Dinas Pariwisata, Rabu (19/8/2026), yang membahas arah kebijakan serta pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Luwu.

LiteX.co.id, Belopa – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Luwu, Andi Admiral, meminta Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pariwisata agar tidak kehilangan arah dalam mengelola dan mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Legislator PDI Perjuangan itu menilai pemerintah perlu melakukan intervensi yang lebih serius, khususnya dalam aspek pemeliharaan, pengembangan, promosi, dan pengelolaan destinasi wisata. Menurutnya, langkah tersebut penting agar potensi pariwisata tidak hanya menjadi objek kunjungan, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Andi Admiral dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Luwu bersama Dinas Pariwisata, Rabu (19/8/2026).

Andi Admiral menilai hingga kini belum terlihat adanya program yang benar-benar fokus dan berkelanjutan untuk menjadikan destinasi wisata di Kabupaten Luwu sebagai perhatian wisatawan.

“Menurut saya, tidak ada program yang benar-benar fokus membuat terobosan agar destinasi wisata di Kabupaten Luwu menjadi perhatian wisatawan. Padahal banyak destinasi wisata yang menarik. Kalau benar-benar fokus, pasti akan ada perkembangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu penyebab kondisi tersebut adalah kebijakan pariwisata yang kerap berubah seiring pergantian kepemimpinan daerah.

Menurutnya, program pariwisata seharusnya tidak ikut berubah hanya karena pergantian pimpinan. Pemerintah perlu memiliki grand design kepariwisataan yang jelas dan dijalankan secara berkelanjutan.

“Kenapa hal tersebut terjadi? Karena setiap pergantian kepemimpinan daerah, berganti pula kebijakan programnya. Ibaratnya ada angin barat, program ke barat. Ketika berganti lagi angin timur, kebijakan ke timur,” kata Andi Admiral.

Ia menegaskan program kepariwisataan semestinya tidak berjalan berdasarkan keinginan pimpinan semata, melainkan mengacu pada tujuan pembangunan pariwisata yang telah dirancang sejak awal.

“Artinya, setiap program terkait pariwisata sesuai keinginan ‘bapak’, bukan lagi fokus kepada tujuan awal bagaimana caranya program kepariwisataan benar-benar sesuai niat yang seharusnya,” tegasnya.

Soroti Pakkalolo dan Lapandoso

Dalam RDP tersebut, Andi Admiral juga menyoroti kondisi sejumlah destinasi wisata, khususnya di Kecamatan Bua dan Kabupaten Luwu pada umumnya, yang dinilai belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah daerah.

Ia menyebut Pakkalolo sebagai salah satu destinasi yang belum menunjukkan perkembangan signifikan. Selain itu, perhatian khusus juga diarahkan ke Lapandoso, Desa Pabbaresseng, Kecamatan Bua.

Menurut Andi Admiral, Lapandoso memiliki nilai lebih karena tidak hanya menyimpan potensi wisata bahari, tetapi juga nilai sejarah yang penting bagi Luwu.

Lapandoso dikenal sebagai kawasan pesisir yang dikaitkan dengan sejarah awal masuknya Islam di Tana Luwu. Di kawasan itu terdapat Monumen Lapandoso yang menjadi penanda sejarah kedatangan Datuk Pattimang atau Datuk Sulaiman, salah satu penyebar Islam di Tana Luwu pada awal abad ke-17.

Nilai sejarah tersebut, kata Andi Admiral, seharusnya menjadi modal besar untuk mengembangkan Lapandoso sebagai destinasi wisata sejarah dan bahari.

Namun, ia menyayangkan kondisi kawasan tersebut yang dinilai belum memberikan daya tarik yang cukup bagi wisatawan.

“Kita sudah pasang besar-besar di depan papan di pinggir jalan Destinasi Lapandoso. Eh, kita masuk di dalam, apa saja? Empang-empang saja yang ada. Bagaimana wisata mau tertarik? Dan kalau di dalam sudah usang, papan di luar itu seperti pembohongan publik saja. Tidak ada daya tariknya,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan papan nama atau penanda destinasi saja tidak cukup. Pemerintah harus memastikan kawasan wisata memiliki fasilitas yang layak, lingkungan yang terawat, informasi sejarah yang jelas, serta aktivitas wisata yang mampu menarik pengunjung untuk datang kembali.

Ia mendorong agar Lapandoso dikembangkan dengan menggabungkan potensi sejarah dan bahari. Monumen dan narasi sejarah mengenai awal masuknya Islam di Tana Luwu dapat menjadi bagian dari konsep wisata edukasi, sementara kawasan pesisirnya dapat dikembangkan sebagai wisata rekreasi.

Anggaran Pariwisata Capai Rp4,3 Miliar

Dalam pembahasan tersebut, turut disinggung mengenai pagu sementara bidang pariwisata untuk tahun anggaran 2027 yang berada di angka sekitar Rp4,3 miliar.

Andi Admiral berharap anggaran tersebut nantinya tidak hanya habis untuk kegiatan rutin dan seremonial, tetapi juga diprogramkan untuk peningkatan dan pemeliharaan destinasi wisata.

Ia menilai anggaran pariwisata harus memiliki target yang terukur, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, pengembangan fasilitas destinasi, promosi, pemberdayaan masyarakat sekitar, hingga potensi peningkatan PAD.

Ia juga berharap Dinas Pariwisata dapat menyusun skala prioritas destinasi yang akan dikembangkan sehingga anggaran yang tersedia tidak tersebar tanpa arah.

Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan sejumlah destinasi unggulan yang benar-benar dikelola secara serius hingga mampu menjadi ikon pariwisata Kabupaten Luwu.

RDP Kembali Dijadwalkan

RDP Komisi II DPRD Luwu bersama Dinas Pariwisata rencananya akan kembali diagendakan untuk kedua kalinya.

Hal itu karena Kepala Dinas Pariwisata tidak hadir dalam RDP yang digelar pada Rabu (19/8). Komisi II DPRD Luwu dinilai perlu kembali memanggil pihak terkait agar pembahasan mengenai arah kebijakan, program, serta pengelolaan destinasi wisata dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Andi Admiral berharap pada agenda berikutnya pimpinan Dinas Pariwisata dapat hadir dan memberikan penjelasan langsung mengenai program yang telah berjalan maupun rencana pengembangan pariwisata ke depan.

Menurutnya, DPRD tidak sekadar ingin mengkritisi pemerintah, tetapi memastikan potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Luwu benar-benar dikelola secara serius.

Ketua Komisi II DPRD Luwu, Wahyu Napeng, menegaskan tidak boleh ada program yang nantinya dijalankan tanpa melalui pembahasan bersama DPRD sebagai wakil rakyat.

RDP tersebut dipimpin Sekretaris Komisi II, Summang, dan diikuti seluruh anggota Komisi II DPRD Luwu. (echa)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *