Don't Show Again Yes, I would!

Ketua DPRD Husain Dukung Luwu Utara Gaet Investor di Forum APINDO 2026

Pemkab Luwu Utara tawarkan peluang investasi hilirisasi kakao hingga energi terbarukan di forum APINDO. Ketua DPRD Luwu Utara tekankan pentingnya realisasi nyata.

LiteX.co.id, Luwu Utara – Ketua DPRD Luwu Utara Husain mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Luwu Utara memperluas jejaring investasi melalui forum bisnis Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Hotel Claro Makassar.

Husain mendampingi Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim saat pemerintah daerah memaparkan sejumlah peluang investasi, mulai dari hilirisasi kakao, pertanian, perikanan, energi terbarukan, pariwisata hingga perdagangan karbon.

Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Rakerkonas XXXV APINDO 2026.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Utara, presentasi investasi berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar pada Senin (03/08/2026).

Kegiatan dibuka Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.

Dalam forum itu, Pemkab Luwu Utara membawa presentasi bertajuk “Investasi Berbasis Sumber Daya Alam dan UMKM Berdaya Saing Global: Dari Potensi Luwu Utara Menuju Investasi Nyata.”

Andi Abdullah Rahim menyebut perubahan pola investasi global menuntut pemerintah daerah tidak hanya memiliki sumber daya, tetapi juga menyediakan kepastian dan iklim usaha yang kompetitif.

“Dunia telah berubah, begitu pula pola investasi. Investor kini mencari daerah yang memiliki stabilitas, produktivitas, kepastian, serta komitmen untuk tumbuh bersama. Luwu Utara hadir dengan seluruh potensi tersebut,” kata Andi Abdullah Rahim, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Daerah Luwu Utara.

Ketua DPRD Luwu Utara Husain menilai promosi investasi tersebut harus dilanjutkan hingga pada tahap teknis.

Menurut dia, kehadiran investor akan memberi dampak lebih besar apabila peluang yang ditawarkan pemerintah dapat diwujudkan menjadi investasi nyata.

“Kami berharap para investor yang hadir dapat melihat peluang besar yang dimiliki Luwu Utara dan tertarik untuk berinvestasi di daerah ini,” kata Husain, sebagaimana dimuat Reportika Indonesia.

Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait tidak berhenti pada promosi.

Hambatan administrasi, teknis maupun persoalan lain yang dapat menghambat masuknya investasi perlu diselesaikan.

“Langkah strategis yang telah dilakukan Bupati perlu diterjemahkan pada level teknis oleh OPD terkait. Hambatan teknis maupun nonteknis harus dapat diatasi agar proses investasi berjalan lancar,” ujarnya.

Husain berharap investasi yang masuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Luwu Utara.

Salah satu proyek yang ditawarkan Pemkab Luwu Utara adalah pengembangan kawasan hilirisasi kakao.

Data yang dipaparkan pemerintah daerah menyebut produksi kakao Luwu Utara mencapai 25.526 ton per tahun dengan luas areal sekitar 39.411 hektare.

Pemkab menawarkan pembangunan industri pengolahan kakao terintegrasi agar komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.

Kawasan Industri Munte disiapkan sebagai salah satu lokasi investasi.

Pemerintah daerah mencatat kebutuhan investasi proyek tersebut sekitar Rp300 miliar, dengan lahan siap investasi seluas 15 hektare.

Selain kakao, Luwu Utara memiliki produksi kelapa sawit lebih dari 496.033 ton per tahun.

Kopi Robusta dan Arabika daerah tersebut juga telah memiliki Indikasi Geografis.

Peluang investasi yang ditawarkan meliputi hilirisasi sawit, pengolahan kopi, bioenergi dan ekonomi sirkular.

Sektor pangan juga masuk daftar yang ditawarkan kepada investor.

Menurut data Pemkab Luwu Utara yang dipresentasikan dalam forum, produksi padi mencapai 258.457 ton per tahun, sementara produksi jagung sekitar 57.267 ton per tahun.

Secara keseluruhan, produksi kedua komoditas tersebut melampaui 315 ribu ton per tahun.

Potensi tersebut dinilai membuka ruang investasi pada industri penggilingan padi modern, industri tepung, pengemasan, pengembangan merek hingga industri pakan ternak.

Pemkab juga menawarkan sektor ekonomi biru atau blue economy.

Luwu Utara memiliki garis pantai sepanjang sekitar 106,77 kilometer, dengan potensi perikanan tangkap, budidaya dan rumput laut.

Peluang investasinya antara lain pembangunan cold storage, industri pengolahan hasil perikanan serta pengolahan rumput laut untuk pasar domestik maupun ekspor.

Potensi energi menjadi salah satu sektor lain yang dipromosikan.

Pemerintah daerah mencatat peluang pengembangan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), serta panas bumi di sejumlah wilayah.

Luwu Utara juga menawarkan peluang perdagangan karbon.

Berdasarkan data yang dipaparkan Pemkab, tutupan hutan daerah tersebut mencapai sekitar 75 persen atau 556.666 hektare.

Kawasan tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui skema agroforestri karbon, restorasi ekosistem, perlindungan daerah aliran sungai dan kemitraan karbon yang berkaitan dengan target ESG serta Net Zero Emission.

Sektor pariwisata turut ditawarkan melalui konsep ekowisata yang memanfaatkan kawasan pegunungan, air terjun, sungai untuk aktivitas arung jeram hingga wisata air panas.

Selain sumber daya alam, Pemkab Luwu Utara membawa potensi usaha mikro, kecil dan menengah dalam agenda investasi tersebut.

Pemerintah daerah mencatat terdapat sekitar 13.700 UMKM di Luwu Utara.

Pelaku usaha tersebut diarahkan untuk memperkuat digitalisasi, membangun klaster usaha dan meningkatkan kemampuan bisnis agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Secara umum, Pemkab mencatat Luwu Utara memiliki luas wilayah 7.422,26 kilometer persegi, jumlah penduduk sekitar 337 ribu jiwa, dengan kelompok usia produktif mencapai 69,07 persen.

Pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 disebut mencapai 6,19 persen.

Andi Abdullah Rahim menyatakan pemerintah daerah akan memberikan dukungan melalui pelayanan perizinan, kepastian regulasi dan tata ruang, pembangunan infrastruktur serta pendampingan terhadap investasi.

“Buka peluang, tanam investasi, panen masa depan di Luwu Utara. Kami siap menjadi mitra yang memberikan kepastian, kemudahan, dan keberlanjutan bagi setiap investasi yang masuk demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Forum APINDO tersebut juga diikuti pemerintah daerah lain.

ANTARA mencatat Bupati Luwu Utara tampil bersama sejumlah pembicara, antara lain Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala DPMPTSP Sulsel Asrul Sani, perwakilan Kalimantan Utara, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, serta Direktur Investasi dan Perdagangan Luar Negeri APINDO Sherly Susilo.

Bagi DPRD Luwu Utara, Husain menilai promosi semacam itu harus bermuara pada investasi yang benar-benar terealisasi dan memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Karena itu, tindak lanjut perangkat daerah menjadi bagian penting setelah potensi Luwu Utara dipresentasikan kepada dunia usaha.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *