LiteX.co.id, Palopo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor melalui kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana dengan metode Table Top Exercise (TTX).
Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor tersebut berlangsung di Kantor BPBD Kota Palopo, Jumat (16/10/2026).
Gladi kesiapsiagaan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan kapasitas personel, memperkuat koordinasi, serta memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, khususnya menjelang puncak musim hujan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Palopo, Andi Farid Baso Rachim, memimpin langsung jalannya diskusi sekaligus memaparkan skenario penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor yang telah disiapkan.
Melalui metode TTX, seluruh peserta diajak membahas berbagai kemungkinan situasi darurat, termasuk mekanisme koordinasi, pembagian tugas, serta langkah penanganan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Andi Farid menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menguji kesiapan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana sekaligus mengevaluasi efektivitas prosedur penanganan darurat yang telah disusun.
“Kegiatan TTX ini kami laksanakan untuk menguji kesiapan seluruh unsur terkait sekaligus memvalidasi standar operasional prosedur (SOP) dan rencana kontinjensi yang telah disusun. Langkah ini sangat penting agar seluruh prosedur penanganan banjir dan tanah longsor dapat diterapkan secara efektif sebelum kita memasuki puncak musim hujan,” ujar Andi Farid.
Selain mengevaluasi kesiapan prosedur, gladi TTX juga difokuskan pada pengujian rantai komando dan sistem penyampaian informasi dalam situasi darurat.
BPBD ingin memastikan alur komunikasi dan instruksi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan posko komando dapat berjalan cepat serta tanpa hambatan.
Pengujian tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengidentifikasi kemungkinan kendala koordinasi yang dapat menghambat proses penanganan bencana di lapangan.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam melakukan kaji cepat terhadap situasi bencana.
Hasil kaji cepat tersebut diharapkan mampu menghasilkan informasi yang akurat mengenai kondisi wilayah terdampak, kebutuhan penanganan, serta tingkat kedaruratan sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan status darurat oleh pihak berwenang.
“Kami ingin memastikan alur komunikasi dan rantai komando dari Pusdalops-PB hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan posko lapangan berjalan cepat tanpa hambatan. Selain itu, kemampuan Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam melakukan kaji cepat terus kami perkuat agar dapat menghasilkan data akurat sebagai dasar penetapan status darurat,” jelas Andi Farid.
Lebih lanjut, Andi Farid menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, melainkan membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh elemen pemerintah serta masyarakat.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Melalui gladi ini, kami berharap setiap instansi memahami tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing, sehingga saat situasi darurat terjadi, respons yang diberikan bisa lebih cepat, tepat, dan terarah,” tegasnya.
Gladi kesiapsiagaan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam sistem penanggulangan bencana di Kota Palopo.
Sejumlah unsur yang hadir di antaranya Komandan Pos Unit Siaga SAR Palopo, Kapolsek Wara, Danramil 1403-06/Wara, serta perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palopo.
Kegiatan ini juga diikuti Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, Dinsosnakertrans, Dinas PUPR-Perkim, Dinas Perhubungan, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Palopo.
Selain unsur pemerintah, kegiatan tersebut turut melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palopo, Perumda Tirta Mangkaluku Palopo, PT PLN (Persero) UP3 Palopo, dan PSC 119 JA.
Hadir pula Camat Wara, Camat Wara Barat, Lurah Dangerakko, Lurah Battang, serta personel TRC dan Pusdalops-PB BPBD Kota Palopo.
Keterlibatan berbagai instansi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam proses penanganan darurat, mulai dari penyampaian informasi, evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kota Palopo berencana kembali menggelar pertemuan untuk mematangkan persiapan kegiatan simulasi berdasarkan skenario bencana yang telah disusun.
“Sebagai tindak lanjut dari TTX ini, kami akan kembali menggelar pertemuan guna mematangkan persiapan simulasi lapangan berdasarkan skenario yang telah dibahas. Harapannya, ketangguhan Kota Palopo dalam menghadapi ancaman bencana semakin meningkat dan risiko dampak bagi masyarakat dapat kita minimalkan,” tutup Andi Farid.






