Don't Show Again Yes, I would!

Temuan Kerangka Manusia di Walut Masih Misteri

Table of contents: [Hide] [Show]

LiteX.co.id, WALENRANG UTARA – Tengkorak manusia yang ditemukan beberapa waktu lalu di Desa Limbong, Kecamatan Walenrang Utara (Walut), Kabupaten Luwu, sampai saat ini masih misteri. Belum ada satupun warga di Kabupaten Luwu ataupun di Luwu Raya yang melaporkan kehilangan anggota keluarga.

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Muhammad Saleh mengatakan, kerangka manusia tersebut sudah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk dilakukan tes DNA jika nantinya ada keluarga yang mengaku kehilangan keluarga untuk menyamakan DNA nya. “Kerangka masih misteri karena kami juga belum menerima laporan kehilangan anggota keluarganya, kami mau lakukan tes DNA tapi membandingkan dengan siapa, ” ungkapnya.

Kanit 1 Polres Luwu Aipda Budik Efendi, ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan korban diperkirakan sekitar enak bulan yang lalu. Pada kerangka manusia itu menggunakan baju berwarna merah bertuliskan MTs Batusitanduk celana panjang warna hitam serta sandal jepit warna hijau. Tidak ada sama sekali identitas yang ditemukan. Namun diduga berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan umur 23 -25 tahun. “Kami sudah berusaha menyampaikan ke masyarakat di sekitar TKP mengenai temuan kerangka manusia itu tapi tak ada jawaban masyarakat siapa yang kehilangan anggota keluarganya, ” ujarnya.

Diketahui Warga di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) digegerkan dengan penemuan kerangka manusia. Polisi sementara melakukan identifikasi atas temuan itu.
“Iya tadi ada warga yang melapor kalau ada penemuan mayat yang sudah menjadi tengkorak di kebunnya,” kata Babinsa Desa Limbong Serda Ikhsan kepada Senin (30/1/2023).

Ikhsan mengatakan mayat yang sudah menjadi tengkorak tersebut ditemukan di kebun milik warga di Desa Limbong, Kecamatan Walenrang Utara, Luwu, sekitar pukul 08.00 Wita, Senin (30/1). Saat ditemukan, kerangka tersebut masih utuh mulai dari kepala hingga kaki.

“Masih utuh, mulai dari kepala hingga kaki. Di lokasi penemuan juga ada baju, celana sama sendal jepit itu diduga milik korban,” ungkap Ikhsan.

Selama bertugas sebagai Babinsa Desa Limbong dirinya belum pernah mendapatkan laporan adanya warga yang hilang. Hal tersebut membuat warga setempat geger atas penemuan mayat tinggal tengkorak tersebut.

“Tidak pernah juga ada warga yang melapor kalau ada warga yang hilang di desa ini. Makanya warga tadi sempat geger,” ucapnya.

Pengertian Laboratorium Forensik

Ilmu forensik adalah sebuah penerapan dari berbagai ilmu pengetahuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang penting untuk sebuah sistem hukum yang mana hal ini mungkin terkait dengan tindak pidana. Namun di samping keterkaitannya dengan sistem hukum, forensik umumnya lebih meliputi sesuatu atau metode-metode yang bersifat ilmiah (bersifat ilmu) dan juga aturan-aturan yang dibentuk dari fakta-fakta berbagai kejadian untuk melakukan pengenalan terhadap bukti-bukti fisik seperti contohnya mayat, bangkai dan sebagainya.

Menurut Watson Ilmu forensik adalah salah satu disiplin ilmu yang menerapkan analisis ilmiah terhadap sistem peradilan, sering kali menjadi salah satu pembuktian dalam kejadian kejahatan. Ahli forensik menganalisa dan menafsirkan bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara. Bukti itu bisa meliputi darah, air liur, serat, lintasan ban, obat-obatan, alkohol, keripik cat dan residu senjata api.
Forensik merupakan alat bukti yang sah dalam memberikan keyakinan hakim untuk memutuskan tersangka atau terdakwa bersalah atau tidak bersalah dengan tujuan untuk dapat mengamankan bukti-bukti dari tempat kejadian, mengumpulkan bukti-bukti sesuai dengan jenis bukti yang didapat dari tempat kejadian pekara serta membuat visum et repertum dan keterangan hasil penelitian terhadap bukti-bukti.

Melalui bantuan dokter dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya sangat diperlukan di dalam upaya mencari kejelasan dan kebenaran materil yang selengkap-lengkapnya tentang suatu perbuatan atau tindak pidana yang telah terjadi. Sehingga demikian di dalam melakukan pemeriksaan di tepat kejadian perkara, saat dilakukannya interogasi dan rekonstruksi bantuan dokter dengan pengetahuan yang dimilikinya. (kartini)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *