LiteX.co.id, Luwu – Turnamen Domino Menpora Cup 2025 yang akan digelar di Belopa dalam rangka Hari Jadi Luwu ke-66, menjadi sorotan publik lantaran disebut didanai oleh Pemkab Luwu hingga Rp250 juta. Kegiatan ini turut didukung langsung oleh Bupati Patahudding dan Wakil Bupati Muh. Devi Bijak Pawindu.
Panitia pelaksana terus melakukan berbagai persiapan, mulai dari atribut lomba, pendaftaran peserta dengan biaya Rp200.000 per pasangan, hingga pelibatan wasit dan kebutuhan teknis lainnya.
Ketua panitia turnamen, Isrun, menjelaskan bahwa acara ini mendapat pendanaan dari berbagai sumber, baik dari Pemkab Luwu, sponsor, maupun uang pendaftaran peserta. “Kegiatan ini merupakan kemenpora cup dilahirkan harla ke 66 kab Luwu Belopa sebagai ibukota dijadikan tempat pelaksanaan turnamen berdasarkan audence pak bupati ketum pirdi, pak gubernur, pak menpora menyatakan kesediaan untuk hadir, sekaligus menyetujui namakan kegiatan itu kemenpora cup,” kata Isrun.
Ia juga menyebut, “Untuk menyukseskan turnamen ini, tentunya pak bupati sejumlah pendanaan sesuai kemampuan pendanaan Pemda. Anggarannya sebesar 250 juta, leading sektornya di Dispora. Tapi itu masih minim jadi Pordi mengusahakan Sponsor dari HGI sebesar 145 juta,” tambahnya, Senin (30/6/2025).
Saat dikonfirmasi soal dukungan dana tersebut, Kepala DPKAD Luwu, Alamsyah, memilih tidak memberikan penjelasan rinci. “Tabe konfirmasi ki ke dispora, Karna dispora penyelenggarax,” balasnya lewat pesan singkat.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Luwu, Kasmuddin, menegaskan bahwa Pemda memang memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan turnamen domino tersebut. “Dari awal pemda sdh support, mulai dari izin menggunakan piala menpora, kehadiran menpora, memfasilitasi pendaftaran, izin2, lokasi t4 acara, keterlibatan seb wasit, dll,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, “Ada terusji klw program setiap tahun, program dinas bukan program desa (musrenbang), dlm 1 program ada bnyk kegiatan, salah satux adlah even domino. Satu program dgn offroad,” ujarnya.
Namun dari pihak legislatif, pernyataan berbeda disampaikan Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali. Ia mengaku tak mengetahui adanya anggaran turnamen domino tersebut. “Yang saya tau pada pembahasan Anggaran Pokok 2025 tdk ada penganggaran terkait kegiatan ini, yang ada itu Ofroad jelas anggarannya sekian, tapi tidak sebesar ini,” kata Gazali saat ditemui di kantornya, Senin siang.
Aktivis mahasiswa, Rifky, turut menyoroti dugaan adanya instruksi tak resmi ke desa dan OPD. “Kami mendapatkan sejumlah laporan dari kecamatan, desa maupun dinas, bahwa adanya arahan menginstruksikan setiap desa, kelurahan, kecamatan dan dinas mengeluarkan dana sebesar Rp. 600.000 mendaftarkan 3 pasang peserta dalam kegiatan ini,” ujar Rifky.






