Don't Show Again Yes, I would!

Rahayu Saraswati Minta Pengusaha Tak Gunakan AI untuk Menggantikan Pekerja

Rahayu Saraswati ingatkan pengusaha agar penggunaan AI tidak mengurangi lapangan kerja. Simak pandangannya mengenai kolaborasi teknologi dan tenaga kerja manusia.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Foto: Hariadhi/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0), arsip 2020.

LiteX.co.id, Nasional – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengingatkan para pengusaha agar penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak sampai mengurangi kesempatan kerja masyarakat Indonesia.

Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan membantu pekerjaan manusia, bukan justru menggantikan tenaga kerja secara besar-besaran.

Hal itu disampaikan Rahayu saat menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia III di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Rahayu mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan berbeda dibandingkan sejumlah negara maju yang mengembangkan teknologi untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja.

Negara-negara tersebut memiliki kebutuhan tenaga kerja yang tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh jumlah penduduknya. Karena itu, teknologi dikembangkan untuk membantu mengisi kekosongan tersebut.

Sementara Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan masih menghadapi tantangan dalam menyediakan kesempatan kerja yang memadai.

Menurut Rahayu, kondisi tersebut harus menjadi pertimbangan bagi perusahaan sebelum menerapkan teknologi baru, termasuk AI, dalam kegiatan operasional mereka.

Ia mengingatkan bahwa penerapan teknologi tanpa mempertimbangkan kondisi ketenagakerjaan berpotensi menimbulkan persoalan sosial dan ekonomi.

Karena itu, kalangan pengusaha diminta tidak semata-mata melihat teknologi sebagai sarana efisiensi dengan mengurangi jumlah pekerja.

Rahayu berharap perusahaan dapat memanfaatkan AI untuk membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Untuk meningkatkan produktivitas, bukan untuk menghilangkan lapangan pekerjaan,” kata Rahayu, sebagaimana dikutip dari ANTARA, Sabtu (31/10/2026).

Ia juga menilai perkembangan teknologi harus disikapi secara bersama-sama oleh pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.

Persoalan ketenagakerjaan akibat perubahan teknologi, menurutnya, tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak.

“Kita harus berkolaborasi, harus bekerja sama, tidak bisa pemerintah sendiri, tidak bisa private sector sendiri,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Liputan6.com.

Selain menyoroti penggunaan AI, Rahayu juga memberikan perhatian terhadap peran generasi muda dalam menghadapi perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.

Ia mengapresiasi anak muda yang telah berkontribusi melalui berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, penelitian, hingga pendidikan.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diperkuat melalui kerja sama lintas sektor agar dapat menghasilkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satu wadah yang diharapkan mampu mempertemukan berbagai gagasan tersebut adalah Rembuk Pemuda.

Melalui forum ini, generasi muda dari berbagai latar belakang dapat bertukar pandangan sekaligus menyampaikan aspirasi mengenai persoalan di daerah masing-masing.

Rahayu menyebutkan, Rembuk Pemuda menghimpun aspirasi dari 29 provinsi di Indonesia untuk selanjutnya disampaikan kepada pihak terkait.

Persoalan yang menjadi perhatian tidak hanya berkaitan dengan lapangan pekerjaan, tetapi juga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hilirisasi, industri, keuangan, kebijakan fiskal, serta sektor pertanian dan perkebunan.

Ia berharap berbagai aspirasi yang dihimpun tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dapat dirumuskan menjadi masukan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan anak muda dibutuhkan untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman, termasuk perubahan dunia kerja akibat kemajuan teknologi.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *