LiteX.co.id, Palopo – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang terbuka hijau melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas.
Salah satu bentuk sinergi tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman pohon dan dialog publik bertema “Kota Hijau Berketahanan Iklim: Mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau dan Pohon ke dalam Rencana Tata Ruang Kota Palopo” yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (HMTPWK) Universitas Muhammadiyah Palopo, Hari Kamis (4/12/2025) di Kampus 2 UMPalopo.
DLH Palopo melalui Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Hidup Ahli Muda, Hasfi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan jumlah ruang hijau harus selalu menjadi bagian dalam arah pembangunan kota.
“Integrasi pohon dan ruang terbuka hijau merupakan mandat ekologis yang wajib tercantum secara kuat dalam dokumen tata ruang wilayah. Pemerintah sangat membutuhkan dukungan akademisi untuk mewujudkan Palopo yang tangguh menghadapi perubahan iklim,” ujarnya dalam sesi diskusi panel.
DLH menilai kegiatan bersama mahasiswa perencana kota ini sejalan dengan upaya peningkatan edukasi, pemantauan, dan pelestarian lingkungan yang selama ini terus digiatkan, mulai dari kampanye ruang hijau hingga layanan aduan pemangkasan pohon berbasis digital.
Pada kesempatan tersebut, rencana strategi penguatan ruang hijau di wilayah perkotaan turut dibahas secara komprehensif.
Penanaman berbagai jenis pohon seperti Ketapang Kencana dan Tabebuya Kuning dilakukan sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga keseimbangan ekologis.
Tanaman yang dipilih merupakan jenis adaptif, sekaligus memberikan nilai estetika bagi lingkungan kampus dan wilayah sekitar.
Selain itu, bibit jeruk juga dibagikan kepada masyarakat untuk mendorong budaya berkebun di rumah.
DLH Palopo menyampaikan apresiasi terhadap langkah mahasiswa yang tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi juga bergerak aktif dalam implementasi di lapangan.
Kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat gerakan kota hijau di Palopo, sejalan visi ketahanan iklim dan pembangunan berkelanjutan.






