LiteX.co.id, Palopo – Ketenangan warga di Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, mendadak berubah menjadi kepanikan. Sesosok mayat laki-laki ditemukan terbujur kaku di dalam lingkungan sekolah dasar, tepatnya di sebuah mess SDN Pinceppute, Kelurahan Tamarundung, pada Selasa (6/1/2026) pagi.
Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki, membenarkan adanya peristiwa yang menghebohkan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Benar, pihak kepolisian menerima laporan adanya penemuan mayat seorang laki-laki di dalam kamar mess SDN Pinceppute, Kelurahan Tamarundung, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo,” ungkap AKP Marsuki.
Identitas korban diketahui bernama Yohanis (68). Korban merupakan seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang beralamat di Jalan Batara Lorong 6, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara.
Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan seorang saksi bernama Sakat Paim (69), yang berprofesi sebagai tukang ojek.
Saksi menuturkan bahwa ia terakhir kali berinteraksi dengan korban pada Sabtu (3/1/2026), saat mengantar korban ke pasar untuk membeli sayur dan mengantarnya kembali ke mess sekolah.
Kecurigaan muncul ketika saksi kembali ke sekolah pada Selasa (6/1/2026) dan bertemu dengan Roni, petugas keamanan (sekuriti) SDN Pinceppute.
Saksi menanyakan keberadaan korban karena sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas.
Penasaran, saksi bersama sekuriti kemudian berinisiatif mengecek kamar korban yang terletak di bagian belakang sekolah.
Saat hendak memeriksa, pintu kamar ternyata terkunci dan tidak dapat dibuka.
Keduanya lantas mencoba melihat kondisi dalam kamar melalui celah ventilasi jendela.
Betapa kagetnya mereka saat mengintip, terlihat tubuh Yohanis sudah dalam posisi terlentang di lantai kamar dan tidak merespons panggilan.
Menyadari hal tersebut, saksi dan sekuriti segera memberitahukan salah satu guru dan menghubungi pihak keluarga korban, yang kemudian meneruskan laporan ke kepolisian.
Menerima laporan tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat.
Sekitar pukul 09.20 WITA, personel Polres Palopo bersama Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal dan identifikasi terhadap jasad korban.
Usai proses olah TKP, sekitar pukul 09.57 WITA, jenazah korban dievakuasi oleh pihak keluarga menggunakan ambulans menuju RSU Sawerigading Palopo untuk penanganan medis lebih lanjut.
“Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut untuk memastikan penyebab kematian. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak berspekulasi sebelum ada hasil pemeriksaan lebih lanjut,” tutup AKP Marsuki.






